Dikabarkan Terlibat Bisnis Minyak Ilegal, Oknum Polisi di Jambi Angkat Bicara
ER oknum anggota polisi yang diduga terlibat di tempat pengolahan minyak ilegal di Desa Batin Ness, Kecamatan Bajubang, Batanghari angkat bicara.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
Dikabarkan Terlibat Bisnis Minyak Ilegal, Oknum Polisi di Jambi Angkat Bicara
TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - ER oknum anggota polisi yang diduga terlibat di tempat pengolahan minyak ilegal di Desa Batin Ness, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari angkat bicara.
Senin (17/6) pagi, oknum polisi berinisial ER menghubungi wartawan via ponsel.
ER merasa keberatan dengan adanya pemberitaan di beberapa media tentang tempat pemasakan minyak ilegal yang dikabarkan melibatkan dirinya.
"Saya keberatan. Karena saya sudah tidak di situ lagi. Kalau buat berita itu harus dikroscek nian. Jangan dari kata warga sana sini saja," ucapnya.
ER melanjutkan, dengan nada yang tinggi, dia mengajak wartawan untuk bertemu.
"Ayo kita ketemu di Ness atau di mana? Kau tunjuk siapa warga yang ngomong kayak gitu," jelasnya.
Baca: Jalan di Air Liki Hancur, Puluhan Warga Tabir Barat Goyang Pagar Kantor Bupati Merangin
Baca: Pidana Pemilu di TPS Teluk Kecibung Sarolangun Berlanjut ke Kejaksaan
Baca: VIDEO: Penyakit Kanker Semakin Parah, Sutopo Purwo Nugroho Pamit Berobat ke Guangzhou China
Baca: Bupati Merangin Ingin Status Temenggung SAD Disamakan dengan Ketua RT
Sebelumnya, seorang oknum polisi yang punya tungku pemasakan minyak ilegal di Desa Batin Ness berpangkat Aipda berinisial ER.
ER diketahui berdinas di Dit Sabhara Polda Jambi. ER juga diketahui pernah berdinas di Polres Batanghari di sebagai provos dan dimutasi ke Polda Jambi sejak 2018 lalu.
Sementara, di Desa Mekarsari Ness, Kecamatan Bajubang, dibekingi oleh oknum polisi berinisial G.