CERITA Prajurit Paskhas TNI AU Hilang 7 Hari Saat Sembunyi di Bawah Jembatan 'Hutan Angker'

TRIBUNJAMBI.COM - Melihat latihan anggota TNI. khususnya elite TNI memang bukan main-main gemblengannya.

Editor: ridwan
Sat Bravo Paskhas 90 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Melihat latihan anggota TNI. khususnya elite TNI memang bukan main-main gemblengannya.

Bahkan saat bergabung menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidaklah mudah.

 

Latihan berat hingga ujian yang sangat sulit harus dilalui.

Baca: Pesan DM Terakhir Vera Oktaria Dibagikan Sahabatnya, Tuliskan Kata-kata Lugas Mudah Dipahami

Baca: Ramadan Sebagai Momentum Perubahan 

Baca: KPU dan Bawaslu Jambi Bersitegang, Tak Terima Gara-gara Diksi Macan Ompong

Belum lagi bila memasuki fase bergabung dengan Pasukan khusus tiap angkatan di Korps TNI.


Berbicara masuk dan jadi bagian dari pasukan khusus TNI.

Baca: KARTIKA Putri Kenang Jadi Co Host Hotman Paris Sebelum Hijrah, Beberkan Sifat Asli Sang Pengacara

Baca: Ini Wajah Mantan Pacar Vera Oktaria yang Jadi Sasaran Netizen, Kasir Indomaret Tewas Dimutilasi

Baca: INILAH Kronologi Kasir Cantik Tewas Dimutilasi, Ponsel Berdering 10 Kali hingga Disusuli Ayah

Satu diantara pasukan khusus Indonesia dari TNI AU sungguh memerlukan keahlian yang sangat baik.

Materi paling menegangkan dalam pendidikan siswa komando Pasukan Khas (Paskhas) pasukan khusus dari TNI AU adalah ketika memasuki tahap pelolosan diri.

Paskhas TNI AU
Paskhas TNI AU (TRIBUNNEWS)

Dalam tahap pelolosan diri, dalam istilah dunia militer dikenal sebagai Survival Evasion Resistance and Escape (SERE).

Siswa komando digembleng agar bisa meloloskan diri dari kepungan musuh sambil melakukan perlawanan.

Baca: Sniper Kopassus Berangkat Bawa Tas Isi 50 Peluru, Bunuh 49 Musuh, Sisa 1 Peluru untuk Sendiri

Baca: Setelah 6 Tahun Pertahanan Anggita Sari Bobol, Akhirnya Buka Aibnya dengan Mantan Ayu Ting Ting

Baca: Mendidik Anak, Fatma Dewi Pilih Bebaskan Anak Memilih Tempat Belajar

Tapi dalam sistem pendidikan komando Paskhas materi SERE yang dilaksanakan adalah menggembleng siswa selain bisa lolos dari kejaran musuh juga agar bisa mencari tempat persembunyian yang paling sulit ditemukan.

Siswa komando Paskhas yang tempat persembunyiannya tidak bisa ditemukan oleh para pemburunya dalam hal ini para pelatih, akan mendapatkan nilai tersendiri dalam proses kelulusannya.

Oleh karena itu dalam tahap materi SERE, para siswa komando Paskhas yang saat itu masih menggunakan lokasi latihan di hutan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung.

Baca: Cinta Penelope Sembuh dari Kanker Stadium 3, Curhat: Awalnya Mual-mual dan Badan Panas

Baca: Dapat Banyak Catatan dari Bawaslu, KPU Jambi Tetap Akan Lakukan Pleno Nasional

Baca: Cara Berpakaian Irish Bella setelah Bulan Madu Jadi Beda, Mengapa Kenakan yang Tak Biasanya?

Berusaha keras mencari tempat persembunyian yang memang paling sulit ditemukan para pelatih.

Pasalnya makin cepat siswa komando tertangkap pelatih yang berperan sebagai pasukan pengejar dan situasinya dibuat seperti dalam pertempuran sungguhan.

Siswa bersangkutan juga akan makin cepat masuk ke “kamp tawanan” untuk diinterogasi sambil dihajar.

Suatu kali ada satu personel siswa komando yang bersembunyi di bawah jembatan dalam hutan yang jarang sekali dilalui karena terkenal angker.

Baca: Semarakkan Ramadan 1440 H, Teater Tonggak di Jambi Gelar

Baca: Puluhan Napi Kabur Pasca Kerusuhan di Lapas Siak, Polda Jambi Perketat Perbatasan Jambi Riau

Baca: Sekira 450 Rumah Warga Kampung Brandan Terbakar, Api Mengamuk di Kawasan Ancol

Ilustrasi Latihan Paskhas
Ilustrasi Latihan Paskhas (Militer Indonesia)

Ketika siswa komando itu sudah merasa aman bersembunyi di bawah jembatan dan mulai berkhayal jika dirinya tertangkap para pelatih, tiba-tiba ia seperti memasuki sebuah keraton.

Dalam keraton yang berpenghuni banyak orang itu, ia bahkan dijamu dengan makanan enak dan diberi uang serta emas dalam jumlah banyak.

Baca: Ratusan Orang Terjun ke Sungai Batanghari, Kejar Harta Karun Soekarno, Peristiwa Agustus 2016

Baca: Menata Wajah Kelurahan Kebun Handil Lewat Program Kampung Bantar

Baca: Cara Berpakaian Irish Bella setelah Bulan Madu Jadi Beda, Mengapa Kenakan yang Tak Biasanya?

Sementara itu para pelatih pendidikan komando Paskhas sudah lebih tiga hari melakukan pencarian terhadap prajurit bersangkutan dengan dibantu “orang pintar”.

Para pelatih merasa sedikit tenang dan punya harapan karena “orang pintar” bersangkutan bilang, siswa komando yang hilang akan ditemukan dalam keadaan hidup.


Pada hari ketujuh menghilangnya siswa komando Paskhas itu, para pelatih akhirnya berhasil menemukannya di bawah jembatan dalam keadaan hidup.

Baca: Mengaku Miliki Bukti Pelanggaran Pemilu, Empat Partai Ancam Gugat KPU Jambi ke MK

Siswa komando yang tidak mengalami sakit dan masih sehat itu bahkan bisa bercerita tentang pengalamannya masuk dunia gaib, diberi makan enak, diberi uang dan emas dalam jumlah banyak.

Tapi ketika uang dan emas yang ditaruh di saku itu dikeluarkan, ternyata hanya berupa daun-daunan dan kerikil.

Namun menghilangnya siswa komando Paskhas selama satu minggu itu ternyata berefek positif.

Para siswa pendidikan komando yang sedang digojlok di “kamp tawanan” dan diperlakukan ala tawanan perang sungguhan, siksaannya menjadi berkurang.

Baca: Mengaku Miliki Bukti Pelanggaran Pemilu, Empat Partai Ancam Gugat KPU Jambi ke MK

Paskhas TNI AU
Paskhas TNI AU (Tribun Jogja)

Atau dalam istilah para siswa komando Paskhas, interogasi dan siksaan dalam tahap penggojlokkan di kamp tawanan “lebih manusiawi”. (Agustinus Winardi Intisari.grid.id)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Prajurit Paskhas TNI AU Hilang 7 Hari Saat Sembunyi di Bawah Jembatan Hutan Angker


Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved