Berita Nasional

Bukit Soeharto, Inilah Calon Lokasi Ibukota Baru yang sedang Dikunjungi Jokowi, Luas Arealnya Segini

Bukit Soeharto, Inilah Calon Lokasi Ibukota Baru yang sedang Dikunjungi Jokowi, Luas Arealnya Segini

Editor: Andreas Eko Prasetyo
Kolase Tribun Jambi dan Tribunnews.com
VIDEO: Penampakan Lokasi Bukit Soeharto, Calon Ibu Kota RI yang Ditinjau Jokowi 

Bukit Soeharto, Inilah Calon Lokasi Ibukota Baru yang sedang Dikunjungi Jokowi, Luas Arealnya Segini

TRIBUNJAMBI.COM - Rencana pemindahan Ibukota Negara Indonesia di luar Pulau Jawa nampaknya diseriuskan oleh Presiden joko Widodo (Jokowi).

Presiden RI Joko Widodo mengunjungi kawasan Bukit Soeharto di Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019), sebagai salah satu lokasi calon ibu kota baru.

Bukit Soeharto atau juga populer dengan nama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur memiliki luas 61.850 hektar.

Lokasi taman hutan rakyat ini berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kawasan ini terdiri dari kawasan hutan lindung dan kawasan safari dengan luas 19.865 hektar, taman wisata 4.400 hektar, hutan pendidikan 1.500 hektar, Hutan Penelitian Pusat Rehabilitasi Hutan Tropis Unmul 22.183 hektar, Wanariset Samboja 3,504 hektar, dan area perkemahan pramuka 2.700 hektar.

Baca Juga:

Gaji Presiden Jokowi Kalah Jauh dengan Gaji Pengasuh Anak Pangeran Harry & Meghan Markle, Cek Disini

Dibalik Kamera, Terungkap Tingkah Asli Syahrini & Reino Barack, Simak Klarifikasi Undangan Luna Maya

Wacana Pelegalan Illegal Drilling, DLH Batanghari: Pemda Tak Berhak Berikan Izin

Kemenag Bungo Ajukan Penambahan Kuota Haji 27 Orang 

Lokasinya bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dari Samarinda atau 45 menit dari Balikpapan dengan jalan darat.

Sebagian kawasan kini dilewati oleh ruas Tol Balikpapan-Samarinda. Tol senilai Rp 6,2 triliun itu melintas sepanjang 24 kilometer di dalam Tahura Bukit Soeharto yang merupakan kawasan konservasi.

Awang Faroek yang kala pembangunan awal tol menjabat sebagai Gubernur Kaltim memastikan, jalan tol tidak akan merusak kawasan konservasi tersebut.

Sedikitnya, ada tiga sungai besar yang bermuara ke Sungai Mahakam di daerah ini. Oleh karena itu, seperti dikutip dari tulisan berjudul "Bukit Soeharto Hanya untuk Konservasi" yang tayang di Harian Kompas pada 3 September 2001, keberadaannya dinilai bermanfaat untuk hajat hidup orang banyak.

Kawasan ini pun diperuntukkan sebagai etalase hutan tropis basah di Kaltim, penyeimbang iklim makro, serta daerah resapan air.

Baca Juga:

Fasha Minta Kantor Diklat Kota Jambi Direhab, Dinas PU Rencanakan 2020

Wiranto Mau Bentuk Tim Pengkaji untuk Mengawasi Ucapan Tokoh, Ini Beda Reaksi TKN & BPN Tanggapi Itu

GATOT Nurmantyo Blak-blakan Sebut Mahfud MD Berpotensi Gantikan Menko Polhukam Wiranto

Data Rekapitulasi Berbeda 85 Persen, Bawaslu Pertanyakan Data Hasil Pleno KPU Bungo

Anda bisa melihat-lihat suasana Bukit Soeharto melalui Google Street View. Berikut ini adalah rest area Jalan Balikpapan-Samarinda non-tol di dalam kawasan Bukit Soeharto.

Sayangnya, kawasan ini kerap menjadi lokasi tambang batu bara ilegal. Pembalakan kerap terjadi dan kondisinya tak karuan.

Pada tahun 2001, Bupati Kutai kala itu, Syaukani HR, sempat menyatakan keinginannya untuk menambang batu bara di Bukit Soeharto.

4 Provinsi Siap Jadi Ibukota

Rencana pemeritah memindahkan ibu kota Indonesia masih teka teki. Hal ini lantaran lokasi untuk menjadi ibu kota baru masih ditutup rapat-rapat.

Meski begitu, 4 provinsi menyatakan siap menyediakan lahan untuk pemindahan ibu kota bila dipilih oleh pemerintah. Hal itu terungkap dalam diskusi di Kantor Staf Presiden (KSP) Jakarta.

Pertama, Sulawesi Barat. Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar mengatakan, wilayahnya memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan yang dibutuhkan untuk membangun ibu kota baru.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved