Rekapitulasi Suara di Sarolangun Tersendat, Data Pemilih di Dua Kecamatan Tak Sinkron

Rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Sarolangun tersendat lantaran data di dua kecamatan tak sinkron.

Rekapitulasi Suara di Sarolangun Tersendat, Data Pemilih di Dua Kecamatan Tak Sinkron
Tribunjambi/Wahyu
Rapat Pleno KPU Sarolangun. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Sarolangun tersendat lantaran data di dua kecamatan tak sinkron.

Dari hasil pleno hingga Kamis (2/5) malam pukul 00.00 WIB. Dari empat kecamatan yang diplenokan, baru Kecamatan Pauh dan Cermin Nan Gedang (CNG) yang selesai diplenokan. Sementara Kecamatan Air Hitam dan Singkut belum selesai karena masalah data.

Pihak Bawaslu Sarolangun mengaku bahwa dari pleno yang digelar hari pertama ditemukan permasalahan  data yang tak sinkron.

"Terkait dengan ketidak sinkronan data pemilih," kata Mudrika, Divisi Hukum Penindakan dan Pelanggaran, Bawaslu Sarolangun.

Ia mencontohkan, ketidaksinkronan banyak ditemukan pada data Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan jumlah penggunaan suara.

Katanya, sampai saat ini dari 4 kecamatan yang sudah melakukan rekapitulasi ada dua kecamatan yang dipending mengingat tidak sinkronannya data.

Baca: Satu Lagi Petugas PPS Tanjab Timur Meninggal, Belasan Lainnya Dikabarkan Jatuh Sakit

Baca: Mobil Pengangkut BBM Terbakar Setelah Keluar dari SPBU, Warga Sungai Penuh Berhamburan Keluar Rumah

Baca: Video Pilot Lion Air Tampar Pegawai Hotel Berkali kali Hanya Gara-gara Masalah Setrika Baju

Baca: Satu Suara, Tim Pemenangan Jokowi dan Prabowo di Tanjab Timur Sebut Pemilu 2019 Profesional

Baca: Menang di PTUN Jambi, Zamzami Minta KPU Merangin Hitung Ulang Perolehan Suara

KPU Sarolangun harus mencari dimana kesalahan dan solusi yang akan dilakukan."Yang jelas bawaslu akan mengawal supaya tidak ada hak pilih masyarakat yang dikurangi maupun ditambah," katanya.

Sementara, Ketua KPU Sarolangun M. Fakhri melalui komisioner Rupi Udin mengaku bahwa dalam rekapitulasi ini terdapat kesalahan input data pada data pemilih.

"Jadi data pemilih yang seharusnya laki-laki 30 mungkin terinput jadi 28.  Ini tidak bisa dibenarkan sendiri. Maka ini harus melalui rapat pleno ini karena ini sudah disahkan dalam rekap BA1," ujar Rupi.

KPU Sarolangun masih melakukan koordinasi dengan pihak PPK kecamatan dalam pengecekan data tersebut.

"Masih dalam pengecekan, tapi tidak memepengaruhi jumlah pengguna hak pilih. Jadi kalau suara 9 ya 9, ini hanya penginputan data pemilih," kata Rupi.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved