Oknum PNS Culik Siswi SMP, Empat Hari Disekap Dalam Kamar dan Dipaksa Berhubungan Intim
Oknum PNS Pemprov Kalimantan Barat berinisial HW (53) diduga menculik seorang siswi SMP berinisial NA (14) dan memperkosa gadis
TRIBUNJAMBI.COM - Oknum PNS pemprov kalimantan barat berinisial HW (53) diduga lakukan penculikan pada seorang siswi SMP berinisial NA (14) dan memperkosa gadis belia itu.
HW dibantu beberapa rekannya, diduga melakukan tindak pemerkosaan terhadap NA selama empat hari, dan juga melakukan penganiayaan terhadap korban.
Kekejaman yang dilakukan oleh Oknum PNS Pemprov Kalbar itu diceritakan langsung oleh NA kepada reporter Tribun Pontianak (jaringan Tribun Jambi) yang berkunjung ke kediamannya.
NA mengisahkan kepalanya sempat dibenturkan ke dinding, kemudian disulut pakai api rokok, karena NA tidak mau melayani nafsu bejat pria tua itu.
Berikut kisah yang disampaikan oleh NA korban dari perlakuan biadab HW.
Baca: Siswi SMP Diperkosa Ayah Tiri Tiga Kali hingga Lakukan Pembunuhan, Pelaku Kerap Antar Jemput Korban
Baca: Video Penangkapan Mantan Anggota TNI Cabuli 6 Bocah, Warga Teriaki Pelaku Hingga Provokasi.
Baca: Sederet Artis Cantik Ini Dikabarkan Melengang ke Senayan jadi Anggota DPR RI, Siapa Saja Mereka?
Tribun Pontianak saat berkunjung ke rumah korban, melihat korban selalu memeluk ibunya.
Dengan terbata dan perlahan, NA menceritakan kejadian pilu yang menimpanya.
Ternyata, dari keterangan korban dan orangtua korban kepada Tribun, NA tidak pulang selama beberapa hari karena korban disekap komplotan HW.
NA dibawa berpindah-pindah, dan dia dikunci di dalam kamar oleh pelaku.
Dari dari keterangan korban, sebelum bersama pelaku korban sempat dibawa oleh dua orang yang tak dikenalnya.
Ia mengungkapkan, hari itu dirinya sedang berada di depan gang rumah tinggalnya.
Pada saat sore, ada seorang wanita muda bersama dengan pria menghampirinya.
Wanita itu langsung mengatakan, mengenal sang ayah dan mengajak korban membeli es krim.
Korban percaya kepada sang wanita itu karena saat itu sang wanita tersebut dengan tepat menyebutkan nama sang ayah.
"Dua orang, perempuan bawa motor, laki-laki bawa saya. Saya itu di tempat warung depan, dia bilang, kau anak si P kan, saya jawab iya, beli es krim yok kawan kan kakak, tapi kawanin kakak pulang dulu,” kata NA.