Jelang Musim Kemarau, BMKG Jambi Deteksi 25 Titik Hospot di Provinsi Jambi

Badan Meteorplogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memantau sejumlah titik hotspot muncul di wilayah Jambi selama tahun 2019.

Jelang Musim Kemarau, BMKG Jambi Deteksi 25 Titik Hospot di Provinsi Jambi
tribunjambi/Dedy Nurdin
Menara pemantau api yang dibangun IDH di Desa Gedung Karya Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi. Menara ini digunakan untuk memantau api di kawasan Tahura OKH, poto diambil pada 18 maret 2019. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Meteorplogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulthan Thaha Jambi memantau sejumlah titik hotspot muncul di wilayah Jambi selama tahun 2019.

Berdasarkan pantauan BMKG melalui satelit Terra dan Aqua sebanyak 25 titik hospot terdeteksi di Jambi, dimulai dari bulan Januari hingga April 2019.

Seperti dijelaskan M Randy Herdyansyah HB, Prakirawan BMKG Sulthan Thaha Jambi saat dikonfirmasi, di bulan Januari terpantau empat titik hotspot.

Dengan sebaran satu titik hotspot di Kabupaten Sarolangun, satu di Muarojambi, satu di Batanghari dan satu lagi di Kabupaten Tanjab Barat.

Di bulan Februari BMKG mendeteksi satu titik hotspot di Kabupaten Kerinci.

"Pada bulan Maret, ada 11 hotspot, sebarannya dua Kabupaten Tanjab Timur, satu di Batanghari, empat di Merangin, satu di Kerinci, satu di Sungai Penuh dan satu lagi di Tanjab Barat," kata Randy pada Selasa (30/4/2019).

Baca: Berpotensi Hujan Angin, BMKG Jambi Imbau Warga di Daerah Rawan Banjir untuk Waspada

Baca: Baru Datang, 12 Mesin Perontok Padi Bantuan untuk Kelompok Tani di Batanghari Sudah Rusak

Baca: Sungai Batanghari Tercemar Parah, Forum Pengelola DAS Jambi Akan Hubungi Menteri

Baca: VIRAL, Video Keluarga Pasien BPJS RSUD Abdul Manap Bopong Mayat Anaknya, Dirut RSUD Minta Maaf

Baca: BREAKING NEWS, Satu Unit Rumah di Kota Salak Kerinci Ludes Terbakar

Sementara di bulan April BMKG lewat satelit Terra dan Aqua mendeteksi 9 titik hotspot di Jambi, dengan sebaran satu titik hotspot di Bungo, satu di Merangin, empat di Tanjab Barat dan tiga di Kabupaten Tanjab Timur.

Namun apakah titik hospot ini kemudian dalam bentuk titik api atau tidak, Ramdy mengatakan harus dilakukan pengecekan lagi di lapangan.

"Terakhir kita pantau hari Senin kemarin, tapi itu sudah kami sampaikan ke instansi terkait apakah itu berpotensi kebakaran atau tidak pihak terkait yang kemudian akan mengecek di lapangan," katanya.

Randy megatakan, ada potensi peningkatan titik hotspot dalam beberapa bulan kedepan mengingat wilayah Provinsi Jambi akan memasuki musim kemarau.

"Memang harus dijaga secara bersama oleh semua pihak agar potensi titik hpspot ini kemudian tidak berkembang menjadi titik api, kami hanya menyampaikan saja," pungkasnya.

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved