VIRAL, Video Keluarga Pasien BPJS RSUD Abdul Manap Bopong Mayat Anaknya, Dirut RSUD Minta Maaf

Direktur RSUD Abdul Manaf Rudi Pardede angkat bicara terkait video keluarga pasien rumah sakit menggotong mayat anaknya yang viral.

VIRAL, Video Keluarga Pasien BPJS RSUD Abdul Manap Bopong Mayat Anaknya, Dirut RSUD Minta Maaf
Tribunjambi/Rohmayana
RSUD Abdul Manap Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Direktur RSUD Abdul Manaf Rudi Pardede angkat bicara terkait video pasien rumah sakit menggotong mayat anaknya yang viral.

Kepada Tribunjambi.com Rudi menjelaskan bahwa pasien dirawat Senin (29/4) sekitar pukul 18.30, pasien berusia 7 tahun, dan mengalami sakit DBD. Menurutnya pasien sudah tidak bisa ditangani lagi, karena sudah terlambat dibawa ke rumah sakit.

Sehingga pada Selasa dini hari Selasa (30/4) sekitar pukul 03.47 pasien dinyatakan meninggal. "Sesuai dengan aturan yang berlaku bahwa pasien yang dinyatakan meninggal baru boleh pulang setelah 2 jam dinyatakan meninggal," katanya kepada Tribunjambi.com, Selasa (29/4).

Namun belum sampai 2 jam, keluarga pasien langsung mengurus untuk membawa jenazah pulang. Karena pasien merupakan pasien BPJS, sehingga tidak ada tanggungan mobil jenazah.

"Menurut keterangan keluarga ada keluarganya yang menjemput," singkatnya.

Baca: BREAKING NEWS, Satu Unit Rumah di Kota Salak Kerinci Ludes Terbakar

Baca: Ziarah ke Makam Bumi Asi di Desa Sengeti, Begini Pesan Bupati Muarojambi Agar Warga Tak Lupa

Baca: Lapas IIA Muarojambi Selesai Dibangun, Bupati Masnah Minta Dibuatkan Taman dan Fasilitas Olahraga

Baca: Ibukota Dipindah, Nasib Proyek Anies Baswedan Sudah Ajukan Rp 571 Triliun, Ini Kata Menteri

Baca: Diduga Malu Melahirkan Tanpa Suami, Siswi SMA Buang Bayi, Setelah Ditemukan Tetangga Diambil Lagi

Selanjutnya keluarga pasien meminta agar jenazah langsung dibawa pulang. Sehingga pukul 05.00 jenazah langsung dibawa oleh perawat menggunakan tempat tidur pasien.

Namun saat dilantai 2 keluarga yang menjemput langsung menggotong jenazah, dan tidak lagi di dorong menggunkan tempat tidur pasien.

"Kami tidak tau alasannya apa, mengapa langsung diangkat. Memang saat ini lift di rumah sakit Abdul Manaf sedang mati, karena beberapa hari terakhir sering hujan, jadi ada yang bocor. Kami takut kalau lift dipaksakan untuk digunakan malah kesetrum," katanya.

Atas kejadian tersebut Rudi Pardede selaku Direktur RSUD Abdul Manaf meminta maaf, jika terjadi banyak kekurangan saat pelayanan.

"Kami berterima kasih kepada semua masyarakat yang sudah memberikan saran dan masukan agar bisa kami perbaiki ke depannya," pungkasnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved