Sungai Batanghari Tercemar Parah, Forum Pengelola DAS Jambi Akan Hubungi Menteri

Terbentuknya Forum Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi diharapkan dapat menyuarakan dan berbuat untuk perbaikan DAS Batanghari.

Sungai Batanghari Tercemar Parah, Forum Pengelola DAS Jambi Akan Hubungi Menteri
Tribunjambi/Zulkifli
Sekertaris Daerah M Dianto mengukuhkan Forum DAS Provinsi Jambi di Swiss-Belhotel, Senin (29/5) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Pencemaran dan kerusakan air Sungai Batanghari kian menghawatirkan. Terbentuknya Forum Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi diharapkan dapat menyuarakan dan berbuat untuk perbaikan DAS Batanghari.

Hal itu dikatakan Sekertaris Daerah M Dianto usai mengukuhkan Forum DAS Provinsi Jambi di Swiss-Belhotel, Senin (29/5) malam.

Kata Sekda, secara kasat mata di wilayah hulu DAS Batanghari masih banyak kegiatan penambangan emas tanpa izin (Peti). Ini perlu kebijakan pejabat terkait maupun TNI Polri agar masyarakat se Provinsi Jambi ini mendapatkan bahan baku air yang layak digunakan.

Ditambahkan M Dianto, berdasarkan penelitian dan hasil pembicaraan dari unsur kesehatan, ada kekhawatiran jika air Sungai Batanghari yang terus menerus dibiarkan tercermar. Kedepan akan berdampak terhadap kesehatan masyarkat secara keseluruhan, seperti berakibat stunting.

Baca: Video Detik-detik Satu Keluarga Tenggelam dan Terombang-ambing di Laut

Baca: VIRAL, Video Kelurga Pasien BPJS RSUD Abdul Manap Bopong Mayat Anaknya, Ini Penjelasan Dirut RSUD

Baca: BREAKING NEWS, Satu Unit Rumah di Kota Salak Kerinci Ludes Terbakar

Baca: Ziarah ke Makam Bumi Asi di Desa Sengeti, Begini Pesan Bupati Muarojambi Agar Warga Tak Lupa

Baca: Lapas IIA Muarojambi Selesai Dibangun, Bupati Masnah Minta Dibuatkan Taman dan Fasilitas Olahraga

Tidak hanya berdampak kesehatan, secara ekonomi dampak kerusakan air Sungai Batanghari sudah dirasakan oleh masyarkat. Salah satunya naiknya tarif air PDAM per kubik yang mengambil bahan baku dari Sungai Batanghari.

"Jadi belum lagi didampak kesehatan. Tapi dampak pengelolaan sumber bahan baku air yang tidak baik itu menyebabkan biaya pengolahannya yang lebih tinggi," sebut M Dianto.

Sementara, Ketua Forum DAS Provinsi Jambi Tagor Mulya Nasution, saat diwawancarai membenarkan jika kondisi air Sungai Batanghari kian menghawatirkan dan harus segera ditangani.

"Untuk menangani ini tidak bisa hanya satu sektor. Harus bersama-sama untuk menyuarakan dan menangani hal ini," sebut Tagor.

Diketahui saat ini DAS Batanghari belum masuk dalam DAS prioritas nasional. Menurut Tagor hal ini karena selama ini masih kurang menyuarakan untuk mendorong DAS Batanghari menjadi DAS prioritas nasional, padahal kondisi DAS Batanghari yang kritis sudah layak masuk dalam prioritas.

"Nah itu akan kita rebut. Dalam waktu dekat juga kita akan menyurati buk Menteri supaya DAS Batanghari yang terpanjang di Sumatera harus masuk dalam DAS prioritas," sebut Tagor.

Dengan masuknya DAS Batanghari menjadi DAS prioritas, maka pemulihan kelestarian DAS Batanghari akan dibantu oleh pusat. "Kalau Das prioritas ada penganggaranya dari pusat. Itu yang harus kita rebut," pungkas Tagor.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved