Perhatikan Penderita Penyakit Jiwa, Pemkab Bungo Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa

Sekda Bungo mengapresiasi upaya untuk meminimalisir penderita penyakit jiwa di Kabupaten Bungo.

Perhatikan Penderita Penyakit Jiwa, Pemkab Bungo Bentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa
Tribunjambi/Mareza
Sekda Kabupaten Bungo, Drs H Ridwan Is, MM menghadiri sosialisasi dan pembentukan tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat di Hotel Semagi, Rabu (24/4). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Sekda Kabupaten Bungo, Drs H Ridwan Is, MM menghadiri sosialisasi dan pembentukan tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat di Hotel Semagi, Rabu (24/4).

Kegiatan itu bertujuan untuk pembentukan tim kesehatan jiwa masyarakat dalam penanggulangan penyakit jiwa di Kabupaten Bungo.

Sekda Bungo mengapresiasi upaya untuk meminimalisir penderita penyakit jiwa di Kabupaten Bungo tersebut. Dia merencanakan, ke depannya akan menyediakan Puskesmas untuk mengakomodir permasalahan yang berkaitan dengan penyakit jiwa. Hal itu mengingat belum tersedianya Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang menangani penderita penyakit jiwa di Kabupaten Bungo.

"Umpamanya begini, ada salah satu pasien mungkin sulit ke Jambi, nanti kita bawa ke Puskesmas. Kalau perlu dokter jiwa, kita datangkan, misalnya dari Jambi. Atau paling tidak, kita upayakan konseling. Sehingga bisa mengatasi kemungkinan terjadi kekambuhan kembali," kata Sekda.

Baca: Setiap Minggu Ketua RT Bagi-bagi Uang dari Pengolahan BBM Ilegal di Jambi, Diduga Milik Aparat

Baca: Sri Rahayu Dibayar Rp 500 Ribu untuk Jadi Istri Palsu, Ternyata Dia Tertipu Janji Palsu

Baca: Tak Puas dengan Servisan Istri, Empat Kali Bocah SD di Batanghari Jadi Pelampiasan Nafsu Pamannya

Baca: Dituntut 6,5 Tahun Gara-gara Narkoba, Zulkifli Minta Keringanan Hukum: Saya Sangat Menyesal

Baca: Rehab Rumah Dinas Perwira Polda, Pemprov Jambi Keluarkan Dana Hibah Rp 2,4 Miliar

Menurutnya, penderita penyakit jiwa juga perlu diperhatikan. Pemerintah Bungo akan berkoordinasi dengan camat, OPD terkait, serta sejumlah puskesmas di Bungo untuk mengetahui pola pengobatan penyakit jiwa.

Sebab sering kali masyarakat yang menangani penderita penyakit jiwa dengan cara dipasung atau dirantai.

"Kita harap, tidak terjadi lagi yang tidak pernah berobat, dipasung, atau dirantai. Itu yang kita antisipasi," tutupnya.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved