Ibu Dosen Sajikan Racun Tikus untuk Sang Kekasih, Politikus Golkar Tewas di Pinggir Jalan Raya
Ibu dosen tega memberi racun tikus pada kekasihnya, politikus Partai Golkar di Sragen yang akhirnya tewas di pinggir jalan raya.
Ibu dosen tega memberi racun tikus pada kekasihnya, politikus Partai Golkar di Sragen yang akhirnya tewas di pinggir jalan raya. Racun itu dimasukkan kapsul obat diare yang rutin diminum kekasihnya.
TRIBUNJAMBI.COM - Kisah asmara ibu dosen dan politikus Partai Golkar ini berakhir tragis.
Asmara berujung petaka.
Dengan teganya, ibu dosen asal Wonogiri yang mengajar di kampus swasta di Kediri, tega meracuni kekasihnya, Sugimin.
Sugimin merupakan anggota DPRD Sragen dari Partai Golkar.
Sugimin tewas, mayatnya ditemukan di pinggir jalan raya.
Baca Juga
Mulan Jameela Lolos jadi Anggota DPR RI? Tak Mau Sesumbar dan Punya Nazar Seperti Ini
Lowongan Kerja di Jambi April 2019, untuk lulusan SMA s/d S-1, Ini Syarat dan Nomor Telepon
TERBARU Daftar 10 Artis Caleg yang Terancam Gagal, Ada yang Penyanyi dan Ahli Settingan
SETELAH KAMI KALAH Surat Grace Natalie Setelah Mengetahui Hasil Quick Count
Sosok Basuki Widjaja Ayah Tiri Nagita Slavina yang Kaya Raya, Penasihat Perusahaan International
Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya, mengatakan pihaknya mendapat petunjuk dari hasil autopsi beberapa organ dalam korban.
"Organ tubuh apa saja, tidak bisa kami sebutkan," ujar Aditya via telepon, Kamis (18/4/2019) siang.
Tim penyidik mengundang sejumlah orang dekat korban untuk diperiksa, satu di antaranya seorang perempuan berinisial N (41).
"Ada kejanggalan dari keterangan N. Tim penyidik pun mengungkap pembunuh korban adalah N. Statusnya kami tingkatkan menjadi tersangka," bebernya.
Saat ini, tersangka N sudah ditahan Polres Wonogiri di kantor kejaksaan setempat.

"Kami titipkan di kejaksaan, karena tersangka perempuan. Tidak bisa dicampurkan dengan laki-laki," imbuhnya.
AKP Aditya mengatakan profesi N seorang dosen di sebuah universitas swasta Kediri.
"N itu juga seorang pengusaha konveksi. Ada kedekatan dengan korban sekitar dua tahun lebih," ujar dia.