Seminggu Pasar Keramat Tinggi Jambi Terbakar, Pedagang Bingung Mau Jualan Tak Punya Lapak

Pasca kebakaran di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jumat (5/4) lalu, beberapa pedagang terpaksa numpang lapak pedagang lain.

Seminggu Pasar Keramat Tinggi Jambi Terbakar, Pedagang Bingung Mau Jualan Tak Punya Lapak
Tribunjambi/Rian
Puing-puing warung pedagang masih terisisa pasca Pasar Keramat Tinggi di Batanghari terbakar. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pasca kebakaran di Pasar Keramat Tinggi, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jumat (5/4) lalu, beberapa pedagang terpaksa numpang lapak pedagang lain untuk bisa berjualan.

Satu di antaranya yaitu Afrida Yeti. Seorang penjual nasi ini terpaksa menggunakan warung milik pedagang bakso yang berada di sebelah warungnya yang telah hangus terbakar.

"Kami memakai warungnya ini sampai sebelum puasa saja. Karena yang punya ingin jualan saat bulan puasa nanti," ujarnya saat ditemui di pasar, Kamis (11/4).

Yeti berujar, dirinya baru bisa berjualan 2 hari yang lalu. Karena harus membeli peralatan untuk berjualan seperti kompor, sendok, piring, gelas dan lainnya.

"Karena tak ada yang bisa diangkut saat kejadian. Kami sudah panik. Kalau diperkirakan kerugian warung saya saja sekitar Rp 50 jutaan," ungkap warga Lorong Kayo Hitam, RT 01, Kecamatan Muara Bulian ini.

Baca: Fakta & Kronologi Kapal Maritim & 3 Heli Malaysia Kejar Kapal Indonesia di Selat Malaka, Jadi Viral

Baca: YELLO Hotel, Konsep Hotel Kekinian yang Segera Hadir di Kota Jambi

Baca: Kantor Dukcapil Sarolangun, Tetap Buka di Hari Pencoblosan Pemilu Serentak

Baca: Fasilitasi Pengislaman KAT di Padang Kelapo, Bupati Batanghari Sampaikan Terimakasih ke Kajati Jambi

Baca: Bocoran Spesifikasi iPhone 11 Bakal Diluncurkan September 2019, Tiga Kamera Belakang, Daya Baterai

Terkait warung yang telah menjadi puing, Yeti berencana akan mendirikan lagi warungnya seperti semula. Hanya saja terkendala dari pihak pemerintah daerah.

"Kata pihak pasar tidak boleh dibangun lagi. Karena mau dibuat lahan parkir. Ada juga yang bilang boleh dibangun tapi menunggu kepastian dari pemerintah karena itu tanah pemerintah," sebutnya.

Dia berharap lapak yang terbakar itu bisa segera dibangun kembali.

"Kami mau membangun warung itu sendiri. Tapi kendalanya sekarang kepastian dari pemerintah. Karena kalau tidak punya lapak, kami mau jualan di mana lagi. Serba bingung kan," jelasnya.

Sementara, Amran, pedagang lainnya mengatakan, dari 7 lapak pedagang yang terbakar, ada beberapa yang belum bisa berjualan pasca kejadian.

"Mungkin belum dapat tempat untuk jualan. Yang saya tau itu sudah dua orang yang berjualan numpang di lapak orang lain," katanya.

Pantauan Tribun, garis polisi masih melingkari tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran pada Jumat (5/4) lalu. Puing-puing sisa dari warung yang terbakar masih terlihat di lokasi. Beberapa pedagang terlihat ada yang mencoba mencari barang-barang yang masih bisa digunakan.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved