Mayat Tanpa Kepala di Koper
Paranormal Tunjukkan Lokasi Kepala Budi Hartanto di Sungai, Mengapa Bagian Tubuh Itu Tak Ditemukan?
Sejak mayat dalam koper yang ternyata Budi Hartanto ditemukan pada Rabu pekan lalu, bagian kepala belum ditemukan. Paranormal memberi petunjuk lokasi
Sejak mayat dalam koper yang ternyata Budi Hartanto ditemukan pada Rabu pekan lalu, bagian kepala belum ditemukan. Paranormal memberi petunjuk lokasinya.
TRIBUNNEWS.COM - Saat ini, bagian kepala Budi Hartanto (28), guru honorer di Blitar yang dimutilasi, belum ditemukan.
Sejak temuan mayat dalam koper pada Rabu pekan lalu membuat heboh, hingga saat ini polisi belum menemukan kepala Budi Hartanto.
Polda Jatim hingga saat ini masih memburu pelaku pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper tanpa kepala.
Dua nama terduga kuat pelaku sekaligus teman dekat korban Budi Hartanto telah dikantong pihak kepolisian.
Jenzah Budi Hartanto dimakamkan oleh pihak keluarga tanpa kepala.
Baca Juga
TERBARU Perubahan pada Wajah Ani Yudhoyono, Annisa Pohan Ungkap Mertua Lebih Banyak Diam
Pendaftaran Sekolah Kedinasan Pemerintah Buka 9-30 April 2019, Syarat Ketentuan di scasn.bkn.go.id
Buru Preman, Kronologi Rumah Nenek Yuda Husnah (68) Dirusak Puluhan Anggota Brimob
Bule Belanda Kumpul Kebo, Ditegur Warga Ditodong Senjata Api, Warga Desak Segera Angkat Kaki
Otak di Balik Kasus Mayat Tanpa Kepala di Koper Terungkap, Ini Sosok Sadis yang Bunuh Budi Hartanto
Sementara pencarian bagian kepala korban oleh pihak kepolisian dengan menyisir area sungai lahar belum membuahkan hasil.
Namun, hasil otopsi jenazah guru honorer asal Kediri tersebut setidaknya memberikan sedikit titik terang.
Berikut ini fakta terbaru mayat dalam koper tanpa kepala dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber.
1. Kematian akibat sabetan senjata tajam
Otopsi dari jenazah Budi Hartanto (28) korban mutilasi yang mayatnya dimasukkan ke dalam koper telah selesai.
Hasil otopsi menunjukkan kematian korban akibat sabetan dari senjata tajam (sajam).
"Penyebab meninggalnya ada karena tebasan di bagian leher Kemudian korban dimutilasi," ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Senin (8/4/2019) dikutip dari Surya.co.id.
2. Ada bukti perlawanan dari korban