14 Tahun Warga Dusun Tigo Batanghari Hidup Tanpa Listrik, Permintaan PLTS Temui Jalan Buntu

Hingga kini masyarakat di Dusun Tigo, Kecamatan Pemayung, Batanghari belum menikmati listrik dan harus gelap-gelapan ketika malam datang.

14 Tahun Warga Dusun Tigo Batanghari Hidup Tanpa Listrik, Permintaan PLTS Temui Jalan Buntu
Tribunjambi/Rian
Sejak dusun dimekarkan pada 2005, rumah warga di Dusun Tigo, Batanghari belum teraliri listrik. 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Hingga kini masyarakat di Dusun Tigo, Kecamatan Pemayung, Batanghari belum menikmati listrik dan harus gelap-gelapan ketika malam datang.

Diketahui ada puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tigo Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari yang belum mendapatkan aliran listrik.

Kondisi ini dirasakan oleh masyarakat Dusun Tigo sejak 2005 silam, sejak dusun itu dimekarkan dari Desa Lubuk Ruso.

Sulaiman (40) warga desa Teluk Ketapang, mengungkapkan, kondisi ini dirasakannya sejak 2008 lalu saat dirinya baru saja pindah ke dusun tersebut.

"Keadaan desa macam ini lah setelah dimekarkan dulu. Mano ado aliran listrik. Bekelam lah kami di sini," ujarnya.

Baca: VIDEO: Detik-detik Iriana Jokowi Selamatkan Balita Saat Kampanye Capres 01 di Jawa Barat

Baca: TPS Dibangun Jauh dari Pasar Sengeti, Pedagang Pilih Buang Sampah di Pinggir Sungai Batanghari

Baca: Dinsosnakertrans Bungo Rilis Data Kasus Kekerasan Terhadap Anak Empat Tahun Terakhir

Baca: Rawan Money Politic, Warga SAD Akan Didampingi Tumenggung Dalam Pencoblosan di Pemilu 2019

Dikatakannya pula, untuk membantu penerangan malam dan membantu anak belajar di rumah.

Sebagian besar warga di sini menggunakan tenaga diesel atau genset untuk penerangan malam, meski tidak semua menggunakan itu hanya bagi warga mampu saja. 

"Paling idupnyo dari jam tujuh sampai jam 10 atau 11, selain untuk nonton malam jugo untuk penerangan anak belajar," beber Mawardi.

Sementara, Kepala Desa Teluk Ketapang, Eri Erwandi, mengatakan memang belum ada aliran listrik di satu dusun tersebut sejak belasan tahun.

"Dusun Tigo ini terdapat dua RT yaitu RT 05 dan RT 06. Dengan jumlah kurang lebih KK 70," ujarnya kemarin.

Terpisah, Camat Pemayung, M Amin mengatakan, 2018 lalu pihaknya telah mengajukan bantuan pembangkit listrik tenaga surya ke Provinsi Jambi. Namun hingga kini belum ada jawaban.

"Kita sudah ajukan untuk bantuan PLTS ke provinsi tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada juga," sebutnya. 

Baca: VIDEO: Detik-detik Siswi SMA Naik ke Median Jalan hingga Terjatuh Akibat Hindari Polantas

Baca: Wabup Amir Sakib Berikan Pengarahan P2WKSS Pada Puluhan Peserta di Tanjab Barat, Ini yang Diharapkan

Baca: Perjuangkan Komoditas Nasional, GAPKI Terima Apresiasi dari Wapres Jusuf Kalla

Baca: Rincian Libur Resmi Hari Raya Idul Fitri Tahun 2019, Capai Seminggu Utuh, Siap Mudik?

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved