Kisah Militer RI

Moeng, Danjen Kopassus yang Terkenal 'Seram', Pernah Telan Telur Ular Sanca Depan Mata Prajuritnya

Moeng, Danjen Kopassus yang Terkenal 'Seram', Pernah Telan Telur Ular Sanca Depan Mata Prajuritnya

Moeng, Danjen Kopassus yang Terkenal 'Seram', Pernah Telan Telur Ular Sanca Depan Mata Prajuritnya
Komandan RPKAD, Moeng Pahardimulyo 

Moeng, Danjen Kopassus yang Terkenal 'Seram', Pernah Telan Telur Ular Sanca Depan Mata Prajuritnya

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok satu ini yang akan dibahas merupakan legenda Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Selain dihormati sebagai legenda, sosok ini juga disebut pencetak Jenderal-Jenderal TNI.

Bila mengenal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pastinya latihan dan geblengan keras sang pelatih jadi momok utama untuk bergabung.

Ya, tidak main-main, Kopassus memiliki latihan berat dan bahkan pelatih mengerikan, sampai-sampai, para prajurit sangat takut gagal di medan perang.

Karena akan pulang dan berhadapan dengan pelatih.

Tidak hanya itu, Pelatih kopassus disebut lebih seram dari hantu, hal itu yang pernah terlontar dari beberapa prajurit Kopassus.

Perubahan warna baret Kopassus dari cokelat menjadi merah darah memiliki cerita tersendiri.

Baca Juga:

Ketika Tentara Amerika Kalah Telak Lawan TNI, Ada yang Gemetar saat Anggota TNI Pakai Penutup Wajah

Fasha Akan Jembatani Penjual Bubur dan Kuliner Khas Jambi untuk Investasi di Singapura

Rapat Forum CRS, Maulana Sindir Baru 70 Pengusaha di Kota Jambi yang Keluarkan Dana CSR

Pekan Ini! Jadwal Liverpool vs FC Porto & Man United vs Barcelona di Perempatfinal Liga Champions

Perubahan seragam Kopassus, dari pakaian dinas lapangan (PDL) loreng khusus "darah mengalir", mengantikan seragam PDL loreng lama, juga menorehkan sejarah tersendiri.

Perubahan itu terjadi saat Kolonel Moeng Pahardimulyo menjadi Danjen Kopassus, pada 1958-1964.

'Anak didik' Kolonel Moeng menuliskan itu secara apil dalam sebuah buku berjudul Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas, 2009, dituliskan betapa kerasnya Kolonel Moeng.

Saat itu Republik Indonesia masih berumur muda dan Para Komando rengan dirintis.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved