Program Rahn Tasjily Tanah dari Pegadaian Bisa Jadi Solusi Modal untuk Pengusaha Mikro

PT Pegadaian memperkenalkan dan telah menjalankan program barunya, yakni Rahn Tasjily Tanah.

Program Rahn Tasjily Tanah dari Pegadaian Bisa Jadi Solusi Modal untuk Pengusaha Mikro
Tribunjambi/Fitri Amalia
PT Pegadaian memperkenalkan dan telah menjalankan program barunya, yakni Rahn Tasjily Tanah. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - PT Pegadaian memperkenalkan dan telah menjalankan program barunya, yakni Rahn Tasjily Tanah.

Deputy Bisnis area Jambi Kanwil III Palembang Pegadaian, Hendra Hermawanto menjelaskan, Rahn Tasjily Tanah merupakan produk dari Pegadaian Syariah dengan jaminan berupa sertifikat tanah atau bukti kepemilikan tanah yang ditujukan kepada pengusaha mikro dan petani.

Cara kerja dan prinsipnya disesuaikan dengan prinsip syariat Islam. Selain itu, pinjaman yang diberikan juga terbilang tinggi, mulai dari Rp 1-200 juta dengan aturan angsuran yang sangat fleksibel.

"Akadnya dijalankan secara syariah dan uji coba program ini sendiri sudah berjalan 3 sampai 4 bulan yang lalu, tetapi kita (Jambi) sudah mulai per bulan Maret kemarin," ujarnya, Kamis (4/4).

Baca: Angka Kecelakaan di Tanjab Timur Meningkat, Banyak Remaja Meninggal di Dua Daerah Rawan Ini

Baca: Hore Rp 5 Miliar, TPP Guru dan Pegawai Dinas Pendidikan Batanghari Cair Minggu Depan

Baca: Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy A20 dan Galaxy A10, Bisa Dibeli di Online 5 April

Baca: Gara-gara Tak Sampaikan Laporan Pencairan, TPP untuk Ribuan Guru di Batanghari Tertahan

Hendra mengatakan, calon nasabah program ini yakni siapa saja yang memiliki penghasilan maupun yang memiliki usaha. Selain itu tanah yang dimiliki adalah tanah produktif yang di atasnya terdapat tanaman pertanian, tumbuh-tumbuhan, atau kandang ternak yang dibangun permanen yang bisa memberikan hasil untuk kemudian dilakukan transaksi jual beli. Jadi, jika menjaminkan tanah, semua hal yang ada di atas tanah tersebut juga turut masuk dalam agunan.

"Nasabah harus memiliki jaminan tanah atau lahan produktif atau lahan yang di atasnya ada bangunan dan status kepemilikan adalah hak milik," tegasnya.

Ia juga mengatakan, di Jambi sendiri sudah ada nasabah yang tertarik dan kemungkinan di Bengkulu program ini akan segera launching. Karena baru tahap awal, maksimal pembiayaan yang diberikan Rp200 juta.

Walaupun secara syariah dan di Pegadaian Syariah, transaksi juga bisa melalui Pegadaian cabang non Syariah melalui sistem channeling.

"Jadi walaupun transaksi di cabang konvensional, tetapi pengakuannya secara syariah," kata Hendra.

Hendra menambahkan, program ini masih tahap awal sehingga target yang ditetapkan belum terlalu besar yakni di angka Rp 2 miliar. Ia optimis target tersebut akan tercapai dalam waktu beberapa bulan saja.

Untuk bisa gadai sertifikat tanah melalui program Rahn Tasjily Tanah, nasabah perlu menyiapkan persyaratan dokumen di antaranya, salinan KTP atau kartu identitas lainnya yang masih berlaku dan harus resmi, sertifikat tanah asli yang menunjukkan bukti kepemilikan atas tanah, IMB jika didirikan bangunan di atas tanah tersebut, juga salinan pembayaran PBB terakhir.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved