Dirjen Perkebunan Sebut Kementrian PUPR akan Beli Karet Rp9 Ribu per/Kg untuk Bahan Campuran Aspal

Dirjen Perkebunan Sebut Kementrian PUPR akan Beli Karet Rp9 Ribu per/Kg untuk Bahan Campuran Aspal

Dirjen Perkebunan Sebut Kementrian PUPR akan Beli Karet Rp9 Ribu per/Kg untuk Bahan Campuran Aspal
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono 

Dirjen Perkebunan Sebut Kementrian PUPR akan Beli Karet Rp9 Ribu per/Kg untuk Bahan Campuran Aspal

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah akan berupaya meningkatkan konsumsi karet di dalam negeri, yakni dengan menggunakan karet sebagai bahan campuran aspal jalan, yang sudah dilaksanakan oleh Kementrian PUPR, seperti di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.

"Untuk karet, meningkatkan harga karet, di Sumatera sudah naik dari Rp6.000 menjadi 9.000, Kementrian PUPR bahkan membeli di atas Rp 9.000, untuk campuran aspal," jelas Dirjen Perkebunan, Kasdi Subagyono, ketika melakukan kunjungan kerja di Sarolangun, belum lama ini.

Baca: Ujicoba Aspal Berbahan Campuran Karet, PUPR Jambi Siapkan Anggaran Rp 600 Juta

Baca: Ahok dan Puput Tertangkap Kamera sedang Liburan di Sidney, Sudah Menikah? Sang Anak Posting Begini

Baca: TERORIS Tersungkur Dekat Pramugari, Baku Tembak Kopassus vs Pembajak: Pembebasan Sandera

Hanya saja katanya, jika karet sebagai campuran aspal jalan yang dilakukan oleh Kementrian PUPR, untuk kapasitas jalan nasional hanya mencapai 47.000 KM. Maka, pihaknya juga meminta bantuan Kementrian Dalam Negeri agar mendorong para kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten, untuk menggunakan karet sebagai bahan campuran aspal.

Sebab jika digabungkan jumlah jalan nasional, provinsi dan daerah mencapai 450.000 KM, sehingga konsumsi karet di dalam negeri bisa meningkat drastis.

Baca: Upaya Naikkan Harga Karet, Diplomasi Dengan Malaysia, Thailand, Tiga Hal Ini Juga Dilakukan Kementan

Baca: BOS Teroris Paling Diburu di Dunia, Ini List Namanya: Hadiah Ratusan Miliar Bagi yang Menangkapnya

Baca: Diisolasi di Dalam Penjara, Pelaku Penembakan Jamaah Masjid di Selandia Baru Keluhkan Hal Ini

"650 ton dari 3,6 juta ton yang bisa di konsumsi di dalam negeri, makanya kita harapkan karet ini sebagai bahan campuran aspal. Tentang harga di Sarolangun masih di beli Rp6 ribu, karena belum ada UPPB (unit pengolahan dan pemasaran bokar), mekanisme pemerintah membeli melalui UPPB, itu sudah mencapai Rp9.300 - 9.700 perkilonya," katanya.

Sebagai langkah dalam waktu jangka panjang kata Dirjen Perkebunan, negara sepakat untuk melakukan replanting karet atau peremajaan karet yang sudah berusia puluhan tahun.

Secara nasional potensi replanting karet ini ada seluas 700.000 hektar, namun kemampuan APBN hanya bisa 6.000 hektar pertahun. Maka, ia berencana akan meningkatkan jumlah tersebut mencapai 50.000 hektar pertahun.

"Kalau hanya 6.000 hektar pertahun mau selesai sampai berapa tahun, maka kita mau tingkatkan, kita tergetkan 50.000 hektar per tahun. Konsepnya dalam satu hektar lahan 60 persen ditanami karet dan 40 persen ditanami tanaman hultikuktura yang bisa menghasilkan jangka pendek bagi para petani. Jadi menjelang karet bisa di panen, petani bisa mendapatkan penghasilan dari tanaman itu seperti jagung, kacang," jelasnya.

Dirjen Perkebunan Sebut Kementrian PUPR akan Beli Karet Rp9 Ribu per/Kg untuk Bahan Campuran Aspal (Wahyu/Tribun Jambi)

Baca: Usai Pintu Pesawat DC-9 Garuda Woyla Diterjang Kopassus, Serangan Kilat Terjadi, Semua Teroris Tewas

Baca: PESAWAT Mendadak Kembali ke Bandara, Pramugari Usir Ayah dan Balitanya: Ternyata Ini yang Terjadi

Baca: VIDEO: Reino Barack Pimpin Salat Berjamaah, Syahrini Pernah Mengaku Terpesona Bacaannya

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved