Berita Sarolangun

Upaya Naikkan Harga Karet, Diplomasi Dengan Malaysia, Thailand, Tiga Hal Ini Juga Dilakukan Kementan

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Perkebunan, berupaya untuk menaikkan harga karet.

Upaya Naikkan Harga Karet, Diplomasi Dengan Malaysia, Thailand, Tiga Hal Ini Juga Dilakukan Kementan
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono 

Upaya Naikkan Harga Karet, Diplomasi Dengan Malaysia, Thailand, Tiga Hal Ini Juga Dilakukan Kementan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Perkebunan, berupaya untuk menaikkan harga karet.

Upaya tersebut salah satunya dengan melakukan diplomasi internasional tiga negara yang dikenal sebagai negara dengan produksi karet paling besar di dunia, yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono ketika kunjungan kerja di Sarolangun belum lama ini mengatakan ketiga negara tersebut menguasai 70 persen produksi karet dunia.

Namun tidak mampu menguasai harga karet sehingga harga mengalami naik turun, bahkan di Indonesia harga karet mengalami anjlok yang sampai pada Rp 6.000 perkilonya.

"Kita produksi naik terus, permintaan naik terus tapi harganya turun terus. Maka, tiga negara ini berkomitmen untuk tiga hal," katanya belum lama ini

Tiga hal yang menjadi komitmen tersebut, katanya merupakan hasil kesepakatan pada diplomasi tiga negara tersebut.

Ketiga hal tersebut, diantaranya Pertama dalam waktu jangka pendek, ketiga negara tersebut akan menahan ekspor karet sebesar 240 ton, dengan tujuan agar karet dunia mengalami kelangkaan sehingga bisa menaikkan harga karet.

"Kita ini berkuasa produksi tinggi tapi harganya tidak berkuasa, maka supaya suplay dunia menurun kita tidak usah mengkespor sebagian, supaya langka. Ada sebanyak 240.000 ton dari tiga negara," katanya.

Kedua, sebagai langkah dalam waktu jangka menengah, yakni meningkatkan konsumsi karet dalam negeri.

Di Indonesia, bahan baku karet hanya sekitar 650 ton yang di berdayakan dari 3,9 juta ton produksi karet di Indonesia dalam setiap tahunnya secara nasional.

Ketiga, sebagai langkah dalam waktu jangka panjang, ketiga negara sepakat untuk melakukan replanting karet atau peremajaan karet yang sudah berusia puluhan tahun.

Secara nasional potensi replanting karet ini ada seluas 700.000 hektar, namun kemampuan APBN hanya bisa 6.000 hektar pertahun.

Maka, ia berencana akan meningkatkan jumlah tersebut mencapai 50.000 hektar pertahun.

Baca: SUPER BIG MATCH! Malam Ini Liverpool vs Tottenham Hotspur Live Streaming RCTI, Liga Inggris Pekan 32

Baca: Manggung Bersama Padi, Ariel NOAH Kepergok Lagi Bareng Pevita Pearce? Penonton Mendadak Heboh!

Baca: Live Streaming MMA One Championship A New Era, SCTV Malam Ini 31 Maret, Fight Chard Para Petarung

Baca: Malam Ini! Live Streaming & Jadwal MotoGP 2019, Di Trans7 Jam 22.00 WIB, Marc Marquez Pole Position

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved