Tak Capai Target, Realisasi Investasi di Provinsi Jambi Tahun 2018 Sebesar 4,5 Triliun

Tak Capai Target, Realisasi Investasi di Provinsi Jambi Tahun 2018 Sebesar 4,5 Triliun

Tak Capai Target, Realisasi Investasi di Provinsi Jambi Tahun 2018 Sebesar 4,5 Triliun
pixabay.com
Ilustrasi 

Tak Capai Target, Realisasi Investasi di Provinsi Jambi Tahun 2018 Sebesar 4,5 Triliun

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Realisasi investasi di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2018 tidak mencapai target. Hingga akhir tahun, realisasi investasi di Provinsi Jambi sekitar Rp 4,5 Triliun. Sementara target yang ditetapkan adalah Rp 5,2 Triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi mengatakan, tidak tercapainya target investasi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah pengaruh ekonomi global, sehingga investor masih menunggu kebijakan-kebijakan di bidang ekonomi.

Baca: Rimbawan Investasi Kehidupan Lewat Tanam Pohon di Komplek Percandian Muarojambi

Baca: Polisi Beberkan Alasan Devi Lakukan Investasi Bodong Lewat Arisan Online

Baca: Didakwa Bersalah, Dua Remaja Ini Diciduk Polisi Saat Pesta Narkoba di Pulau Pandan

"Kalau suku bunga bank federal itu tinggi, mereka akan lebih memilih menyimpan uang di bank," sebut Imron Rosyadi, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, menurutnya suhu politik di Indonesia juga mempengaruhi keinginan investor untuk menanamkan uangnya di suatu daerah. Karena sebagian besar investor menunggu hasil Pemilihan presiden (Pilpres) beberapa bulan mendatang. Sebab, investor akan menunggu kebijakan-kebijakan dari presiden terpilih nanti.

Baca: VIDEO Otomotif: Motor Custom Toni Basro Pal Merah Jambi, Sulap Motor Jadi Lebih Gahar

Baca: All New Ertiga Sport Meluncur, Harga Dimulai dari Rp 241 Juta, Ada 11 Fitur Terbaru yang Ditawarkan

Baca: Aliang, Pengusaha Jambi Diperiksa KPK, Kasus Dugaan Suap Ketok Palu RAPBD 2018-2018 Provinsi Jambi

Pengaruh ini, kata Imron, lebih banyak berasal dari global dan nasional. Sebab jika dilihat dari sisi pemerintah daerah, tidak terlalu berpengaruh.

Lebih aljut Imron menyebut Investor hanya akan melihat kondisi daerah, aman atau tidak untuk berinvestasi. Apakah di daerah itu sering terjadi konflik atau berdasarkan letak geografis daerah tersebut.

"Kalau di Jambi lebih bagus, dari sisi keamanan. Konflik tidak begitu banyak, serta aksi-aksi unjuk rasa juga tak banyak. Dibanding dengan Sumatera Barat, Jambi juga lebih tinggi realisasi investasinya. Karena di Sumbar itu, letak geografisnya rawan gempa," sampainya.

Dia mengatakan bahwa sebenarnya minat investor untuk berinvestasi di Jambi cukup tinggi. Karena untuk rencana investasi Provinsi Jambi pada 2018 lalu mencapai Rp 38,9 T. Hanya saja, untuk realisasi dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut di atas.

Hal yang menunjang realisasi investasi menurutnya adalah pelayanan di daerah, sedangkan pelayanan di Provinsi Jambi sudah cukup baik. Serta Online Single submission (OSS) sudah berjalan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Baca: Kaya Raya, 5eksi dan Cantik, Siapa Sangka 9 Bintang Dewasa Ini Bertitel Master: Ini Dia Faktanya

Baca: Kekejaman KKB Terkini, Guru & Ahli Medis Diperkosa, Sadisnya Catatan Kriminal KKB, 27 Korban Tewas

Sedangkan mengenai jenis investasi di 2018, Imron menyebut masih didominasi oleh sektor primer, atau bahan baku. Seperti kehutanan, tanaman pangan, perkebunan. Investasi dari sektor primer ini mencapai 46 persen lebih dari total nilai investasi.

Sementara untuk sektor sekunder berupa industri kayu, atau turunan bahan baku lainnya baru mencapai 37,9 persen. Selanjutnya untuk sektor tersier sebesar 22,3 persen.

Baca: Persiapkan Atlet Berlaga di Pra-PON dan Porwil, KONI Jambi Gembleng Atlet di Platda

Baca: 1000 Karcis Perhari untuk Truk Bermuatan, Batanghari Optimis Target PAD Retribusi Terminal Tercapai

"Kita punya kebijakan mengarahkan rencana investasi ke arah hilirisasi atau sekunder. Tidak lagi diarahkan ke sektor primer. Karena resiko berinvestasi di sektor primer itu cukup banyak. Seperti rentan terpengaruh gejolak ekonomi global, serta nilai tambahnya lebih rendah," jelasnya.

(Zulkifli/Tribun Jambi)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved