Mitos Ikan Tapah Raksasa di Batanghari, Penjaga Sungai Batanghari Hingga Pertanda Terjadi Bencana

Warga Desa Bajubang Laut, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Sabtu (16/3) lalu dihebohkan dengan penemuan ikan tapah berukuran jumbo.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rian
Ikan tapah sepanjang 2 meter ditemukan penambang pasir di Batanghari. 

Ikan tapah dimitoskan warga Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Ikan tapah memiliki ukuran yang bermacam-macam. Ikan ini biasa dikonsumsi oleh warga.

Di Kabupaten Batanghari, ikan itu bisa didapatkan di Pasar Kramat Tinggi, Muara Bulian.

Ukurannya macam-macam, dari 1 kg, 5 kg, 7 kg, hingga 50 kg. Harga jualnya yakni Rp 45 ribu - Rp 50 ribu per kg.

Warga Muara Bulian, Rahmat mengatakan, ikan tapah enak dikonsumsi saat berukuran 7 kg. "Lebih dari itu sudah tidak enak lagi. Kulitnya sudah tebal, alot," katanya, Senin (18/3).

Katanya, harga jual ikan tersebut bisa melonjak tinggi di Sarolangun. "Harganya bisa mencapai Rp 100 ribu per kg," ujarnya.

Baca: Ikan Tapah Raksasa Ditemukan di Batanghari, Peneliti Jambi Ungkap Alasan Ikan Tapah Seberat 80 Kg

Baca: Heboh, Penambang Pasir di Batanghari Jambi Temukan Ikan Tapah 2 Meter, Ngangkatnya Butuh 5 Orang

Baca: Tak Punya Anggaran, Tahun 2019 Pemerintah Provinsi Jambi Tak Akan Buka Penerimaan CPNS dan PPPK

Baca: VIDEO: HJ Rohana, Ibunda Ustadz Abdul Somad Meninggal Usai Salat Subuh

Baca: Pemuda Buat Laporan Palsu Motornya Dirampok, Polsek Kota Sarolangun yang Tertipu Sempat Olah TKP

Namun, bagi sebagian masyarakat desa di Kabupaten Batanghari, kata Rahmat, Ikan Tapah dimitoskan.

Ikan itu dikenal sebagai penjaga Sungai Batanghari yang merupakan sungai terpanjang di Provinsi Jambi.

"Mitosnya juga, ikan itu berukuran sebesar perahu. Namun, beda desa beda pula persepsinya. Ada yang bilang bakal terjadi bencana jika ikan itu ditangkap dan semacamnya," tuturnya.

"Dan ikan ini ikan buas. Bisa memakan manusia jadi harus hati-hati," tuturnya.

Menurutnya lagi, ikan itu muncul ke permukaan ketika ketinggian air sungai dari naik menjadi surut.

"Kemarin kan air sempat naik dan sekarang surut. Jadi ikan itu keluar. Kemungkinan ikan itu mati karena airnya terlalu surut," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Bajubang Laut, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Sabtu (16/3) lalu dihebohkan dengan penemuan ikan tapah berukuran jumbo.

Beratnya mencapai 70-80 kg dengan panjang sekira 150-200 cm. Tak sedikit warga setempat yang menyaksikan ikan terbesar yang ditemukan oleh Edison (35) yang merupakan warga Desa Bajubang Laut.

Tak hanya melihat, bahkan ada juga warga yang membeli daging ikan itu dengan harga Rp 20 ribu per kg.

Baca: Kabar Penerimaan PPPK Tahap Dua Dibuka Juni, BKPSDMD Tanjab Timur Masih Tunggu Juknis dari Pusat

Baca: VIDEO: Kuliner Mi Hijau Jambi, Alternatif untuk yang Tidak Doyan Sayur

Baca: Terpencil dan Terkendala Sarana, 14 Sekolah di Tanjab Barat Jambi Tak Bisa Lakukan UNBK

Baca: VIDEO: Salut, UAS Selesaikan Ceramah Meski Ibu Meninggal, di Akhir Air Mata Tak Terbendung

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved