188 WNA di Kota Jambi, Tidak Diperkenankan Ikut Pemilu

188 WNA di Kota Jambi, Tetap Tidak Diperkenankan Ikut Pemilu. Sesuai UU nomor 23 tahun 2006 orang asing difasilitasi dengan kartu identitas.

188 WNA di Kota Jambi, Tidak Diperkenankan Ikut Pemilu
tribunjambi/rohmayana
Mulyadi Yatub, Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi 

188 WNA di Kota Jambi, Tetap Tidak Diperkanankan Ikut Pemilu

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Sesuai UU nomor 23 tahun 2006 orang asing difasilitasi dengan kartu identitas. Kartu identitas ini terbagi atas dua macam yakni Kartu Identitas Tetap(KITAP) dan Kartu Identitas Sementara (KITAS)

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi, jumlah Warga Negara Asing (WNA) atau sering disebut orang asing hingga saat ini berjumlah 188 orang. Diantaranya 178 memiliki KITAP, dan 10 orang memiliki KITAS.

Baca: Debat Cawapres 2019, Sandiaga Uno Ungkap Keluhan Warga Sragen yang Pengobatannya Tak Ditanggung BPJS

Baca: Jadi Destinasi Wisata, Kapolda Muchlis Buka Gelaran Lomba Memancing di Kecamatan Danau Sipin

Baca: Bupati Muarojambi Masnah Busro Hadiri Rapat Koordansi Penanggulangan Bencana

Mulyadi Yatub, Kepala Dinas Dukcapil Kota Jambi mengatakan, untuk orang asing yang memiliki KITAS akan diberikan surat keterangan Tinggal (SKT) dari Dukcapil. Sementara untuk orang asing yang memiliki KITAB akan diberikan E KTP.

Namun meski diberi E-KTP, bukan berarti orang asing ini mendapat e-KTP seumur hidup. Melainkan berdasarkan berapa lama KITAP yang diberikan oleh imigrasi.

"Kalau 5 tahun ya kita cetak e KTP nya Lima tahun. Nanti kalau KITAPnya di perpanjang, baru kita bisa perpanjanh lagi KITAPnya," ujar Mulayadi.

Baca: Empat Sektor Pembangunan Meningkat Sepanjang 2018 di Bumi Serentak Bak Regam

Baca: Gaji Terbaru PNS Sesuai PP 15/2019, Ada yang Naik Rp80 Ribu - Rp280 Ribuan, Semua Dirapel April 2019

Baca: Wawako Jambi Maulana Motivasi Mahasiswa Jadi Generasi Milenial Pemimpin Bangsa

Perbedaan lain pada E-KTP orang asing yakni terletak pada bahasa yang digunakan, yakni tertera bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Selain itu ada pula kenegaraan yang dicantumkan.

"Misalnya orang asing tersebut memiliki kewarganegaraan Inggris ya ditulis Inggris, sesuai negara asalnya," jelas Mulyadi.

Selain itu orang asing juga tidak bisa menjadi kepala keluarga. Sementara kepala keluarganya orang yang mengajak atau membawa orang asing itu ke Indonesia.

Baca: Tukar Jeans Lama dengan Voucher Belanja, di Original Levis Store WTC Batanghari Jambi

Baca: Terungkap Ini Isi Pesan WhatsApp (WA) Mahfud MD ke Romahurmuziy, Ketum PPP Sebelum Ditangkap KPK

Baca: Heboh Ketum PPP Ditangkap, Ustaz Abdul Somad Ungkap Sosok Teladan Ramahurmuzy, Warganet: Cerdas!

"Orang asing ini hanya menjadi Sponsorship," katanya.

Katanya untuk orang asing yang memiliki KITAS biasanya di Jambi menjadi seorang pelajar. Sementara orang asing yang memiliki KITAP biasanya bekerja di Jambi, atau memiliki suami atau istri di Jambi.

Meskipun orang asing ini diberikan identitas sesuai dengan keperluannya di Indoensia. Namun orang asing tidak berhak untuk mengikuti pemilu, kecuali sudah pindah kewarganegaraan. 

188 WNA di Kota Jambi, Tetap Tidak Diperkanankan Ikut Pemilu (Rohmayana/Tribun Jambi)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved