Tim Resolusi Konflik Bentukan Pemerintah, Siapkan Program untuk Orang Rimba

Tim Resolusi Konflik Bentukan Pemerintah, Siapkan Program untuk Orang Rimba

Tim Resolusi Konflik Bentukan Pemerintah, Siapkan Program untuk Orang Rimba
IST
Tim Resolusi Konflik Siapkan Program untuk Orang Rimba. Suasana FGD bertempat di Sekretariat TRK, Jumat (15/3/2019). 

Tim Resolusi Konflik Bentukan Pemerintah, Siapkan Program untuk Orang Rimba

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kelompok Kerja (POKJA) Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di bawah Tim Resolusi Konflik (TRK) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa (WW) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Sekretariat TRK dan dipimpin oleh Kepala KPHP Tebo Barat, Joko Sutrisno.

TRK yang dibentuk melalui Surat keputusan Kepala Dinas Provinsi Jambi No 168/ Kpts/Dishut5_3/VIII/2018 ini merupakan tim multi pihak yang terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, perusahaan, lembaga studi dan LSM yang bekerja di wilayah lansekap Bukit Tiga Puluh yang bertujuan untuk memberikan solusi terbaik atas penyelesaian konflik di area PT LAJ dan PT WW.

Baca: Peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia, di Jambi Masih Banyak yang Belum Paham tentang Hak Konsumen

Baca: KPK Soroti 2 BUMD di Provinsi Jambi, Usai Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Sejumlah Pejabat Pemprov

Baca: Kisah Orang Rimba Suku Anak Dalam Jambi yang Kesulitan Mencari Makan Karena Sawit

Kelompok Kerja Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di bawah Tim Resolusi Konflik PT LAJ dan PT WW dibentuk pada hari Jumat (15/3) 2019.

Hadir dalam kegiatan ini juga Asisten 1 Bupati Tebo Amsiridin, Kepala Kantor Kesbangpol Erlynda, Project Manager KKI Warsi Robert Aritonang, dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan, beberapa LSM dan perusahaan di sekitar PT LAJ dan PT Wanamukti.

Sekretaris Tim Resolusi Konflik Arifadi Budiarjo mengungkapkan bahwa FGD ini merupakan upaya dari POKJA untuk mensinergikan program pemberdayaan Orang Rimba di konsesi PT LAJ dengan para pemangku kepentingan.

15022017 Orang Rimba usai nyoblos
15022017 Orang Rimba usai nyoblos (IST)

“PT LAJ dan PT WW telah melakukan studi bersama lembaga ahli independen dan melakukan beberapa rintisan program bagi Orang Rimba. Ke depan, perusahaan juga akan memfasilitasi beberapa program layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan penghidupan dengan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan yang tergabung dalam POKJA Orang Rimba TRK,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager KKI Warsi Robert Aritonang mengatakan bahwa Orang Rimba perlu mendapatkan perlindungan dan secara intens didampingi dalam beradaptasi dengan pola penghidupan baru mereka.

Perubahan kawasan hutan tidak memberikan banyak pilihan selain mengajak beradaptasi dengan pola penghidupan menetap seperti perkebunan karet dan ini sangat cocok dengan usaha PT LAJ dan PT WW.

Baca: Bakal Kado Ulang Tahun Dian Sastrowardoyo Diembat Luna Maya, Tetap Cantik di Usia 36 Tahun

Baca: Setuju 10 Tahun tidak Mutasi, 96 CPNS Formasi 2018 Tanjung Jabung Timur, Terima SK dari Bupati

Baca: Ada Oknum Melarang Petugas KPK Masuk Rumah Romahurmuziy, KPK Ancam Bakal Segel Kalau Masih Nekat!

Pengalaman WARSI di kabupaten lain mendampingi komunitas Orang Rimba yang pada akhirnya berhasil menjalin kemitraan dengan satu perusahaan HTI.

“Selama 3 tahun program telah dengan baik dan kuncinya ada pada pendampingan, untuk pelatihan penyadapan di komunitas Orang Rimba tenaga ahli kami membutuhkan waktu 6 bulan," ungkap Robert.(*)

Tulisan dengan judul Tim Resolusi Konflik Bentukan Pemerintah, Siapkan Program untuk Orang Rimba ditulis oleh Fitri Amalia/Tribun Jambi

Penulis: fitri
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved