Menanti Pasukan Kopassus Buru KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 3 Prajurit TNI Telah Gugur Atas Aksi KKSB
Menanti Pasukan Kopassus Buru KKB Pimpinan Egianus Kogoya, 3 Prajurit TNI Telah Gugur Atas Aksi KKSB
TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia kembali bersedih setelah tiga anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus gugur atas aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB atau KKB) di Papua.
Mereka (KKSB) melakukan serangan mendadak ke 25 prajurit TNI yang melakukan pengamanan terhadap pembangunan dan pengerjaan Jalan Trans Papua.
Identitas satu dari tiga prajurit TNI yang tewas dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga Papua, ternyata merupakan prajurit Kopassus
Prajurit Kopassus yang tewas dalam kontak senjata itu adalah anak angkat Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak.
Baca Juga:
Mantan Danjen Kopassus Pramono Edhie Jadi Pendonor Ani Yudhoyono, Dewi Perssik Ucap Subhanallah
Anggota Kopassus Serda Yusdin Gugur Ditembak KKB Nduga Papua, Terkenal Berani dan Pantang Mundur
Mata Super Kopassus Bikin Pasukan Elite AS Keder Bila Pertempuran Malam Hari, Tak Perlu NVG
Hercules, Preman Kakap Jakarta Ini Siap Ditembak Mati Bila Makan Uang Haram Dulunya Seorang Kopassus
Seperti diketahui, kontak senjata antara anggota TNI dengan KKB di Nduga Papua kembali terjadi, Kamis (7/3/2019) siang dan menewaskan tiga anggota TNI
Salah satu korban merupakan prajurit Kopassus yang bernama Serda Yusdin warga Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Dilansir dari Tribun Timur, keluarga Serda Yusdin yang dihubungi, membenarkan anggota keluarganya yang bertugas di Nduga tewas tertembak KKB.
"Tadi siang kami baru saja mendapat kabar duka dari Papua. Keponakan kami, Serda Yusdin meninggal setelah ditembak pemberontak di sana," kata Samsir Dumang yang juga Kepala Desa Pongko kepada wartawan Tribun Timur
Hanya saja dia mengaku belum mengetahui kapan jenazah almarhum tiba di kampung halaman.
"Sudah ada telepon dari Jakarta yang mengabarkan soal kematian Serda Yusdin," katanya.
Duka cita mendalam juga disampaikan Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak.
Sebelum berangkat ke Papua, Serda Yusdin sempat berfoto bersama keluarga Syukur Bijak
"Dia seperti anak kandung saya. Anaknya memang sangat berani dan pantang mundur," kata Wabup Luwu Syukur Bijak.
Kronologi Kejadian
Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi angkat bicara soal detik-detik perburuan KKB yang berujung pada gugurnya tiga anggota TNI
Aidi mengungkapkan kronologi kejadian baku tembak.