Tiap Tahun Banjir Jalan Desa Seponjen Putus, Warga Mengeluh Minta Ada Solusi

Warga Dusun Pulau Tigo, Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh Ilir, mengaku sejak beberapa hari ini di wilayahnya mulai terendam oleh air.

Tiap Tahun Banjir Jalan Desa Seponjen Putus, Warga Mengeluh Minta Ada Solusi
ist
Jalan di Desa Seponjen tergenang air saat musim hujan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Sejumlah wilayah di Kabupaten Muarojambi mulai menunjukan kenaikan debit air. Satu di antaranya yaitu berada di wilayah Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi.

Hal ini disampaikan oleh Soni warga Dusun Pulau Tigo, Desa Seponjen, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi. Ia mengatakan bahwa sejak beberapa hari ini di wilayahnya mulai terendam oleh air, meskipun memang tidak sampai ke rumah.

"Iya kalo ke rumah belum sampai, tapi ini ada di jembatan akses jalan putus. Jadi kendaraan yang lewat itu harus pakai rakit dan itu bayar kalo mau lewat. Kalo nak terobos dak biso, kalo mobil masih adolah yang biso," ujarnya, Kamis (7/3).

Baca: Pernah Dianggarkan Rp 327 Miliar, Jalan Rusak di Tanjab Barat Masih 400 Km

Baca: Alumni 212 Bakal Geruduk Gedung DPRD DKI Besok Untuk Dukung Anies Jual Saham Perusahaan Bir Ternama

Baca: Mengejutkan, Pengidap HIV Bisa Disembuhkan, Kabarnya Sudah 3 Orang

Baca: Pengusaha Kaya Beri Rp 4 M Bagi yang Mau Nikahi Putrinya, Lamaran Membludak

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut memang sering terjadi dan tidak pernah ada solusi. Ia meminta kepada pihak terkait, untuk segera mencari solusi terhadap hal tersebut.

"Iya kalo tiga atau empat kali banjir pasti di wilayah jembatan tu susah buat orang lewat, khususnya warga yang pakai motor. Karena harus pakai rakit, dobel lagi keluar ongkosnya. Kami minta lah untuk dicarikan solusi, atau ditinggikan jalannya," harapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, terhadap kondisi tersebut Camat Kumpeh Ilir, Rizki telah menyampaikan persoalan tersebut pada Dinas Dinas Pekerjaan Umum Kab. Muarojambi untuk dilakukan peninggian jalan. Hal ini sebagai upaya, agar ketika debit air naik tidak lagi melimpah sampai ke bibir jalan.

"Mudah-mudahan kami harap surat yang sudah kami sampaikan ke PU bisa di tinggikan dua ruas itu, karena menggangu aktivitas. Apalagi jalan itukan bisa sampai ke Tanjab timur. Jadi kalo itu di tinggikan aktivitas masyarakat bisa lancar," sampainya belum lama ini.

Baca: Tak Punya Izin, 100 Lebih Reklame dan Billboard di Kota Jambi Ditertibkan

Baca: Gas 3 Kg Langka, Wakil Bupati Bungo Peringatkan Pangkalan dan Agen Jangan Main-main

Baca: Empat Pejabat Tinggi di Sarolangun Pensiun, BKPSDM Tunggu Arahan Bupati untuk Lelang Jabatan

Baca: Ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Bagi Umat Hindu dari Tiga Tokoh: Joko Widodo, Sandiaga Uno, Ahok BTP

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved