Empat Kolam Demplot Diterjang Banjir, Dinas Perikanan Sarolangun Rugi Rp 80 Juta

Dinas Perikanan dan Peternakan Sarolangun diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta setelah kolam milik dinas perikanan diterjang banjir.

Empat Kolam Demplot Diterjang Banjir, Dinas Perikanan Sarolangun Rugi Rp 80 Juta
Tribunjambi/Wahyu
Kolam milik Dinas Perikanan dan Peternakan Sarolangun pasca diterjang banjir.

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Sarolangun, Asnawi mengatakan, pihaknya diperkirakan mengalami kerugian hingga puluhan juta setelah kolam milik dinas perikanan diterjang banjir

Tak heran, mengingat empat kolam demplot berukuran 40 x 60 meter milik Diskannak Sarolangun itu berisi 8.000 benih ikan nila dan patin berumur tiga bulan.

“Kalau diperkirakan total kerugian lebih kurang Rp 80 juta,” ungkap Asnawi,

Pihaknya melepas bibit ikan di kolam belakang kantor Diskannak Sarolangun sebanyak 5.000 bibit Ikan Nila dan 3.000 bibit Ikan Patin. “Hasil pengecekan kami di lapangan, ikan yang biasanya banyak kini terlihat sudah sepi,” ujarnya.

Baca: 8 Pelaku Illegal Drilling di Batanghari Divonis Delapan Bulan

Baca: 4 Hari Hilang di Hutan Kerinci, Tim Gabungan Belum Temukan tanda-tanda Warga Pentagen yang Hilang

Baca: Sate Padang Eddy, Kuliner di Jambi yang Kaya Rempah dan Memanjakan Lidah

Baca: Rumah yang Terbakar di Jalan Manunggal I Kuala Tungkal, Ternyata Rumah Anak-anak Yatim Piatu

Menurutnya, hingga kini luapan air berangsur surut dan ikan di dalam kolam masih terus keluar. “Luapan air itu berasal dari genangan sungai. Karena kolam ikan itu lokasinya sama datar dengan posisi kolam,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pinggiran kolam sebelumnya sudah ditutupi dengan jaring, untuk mengantisipasi jika terjadinya banjir. “Volume banjir ini besar, sehingga jaring kolam banyak yang koyak,” tambahnya.

Dia mengaku hanya bisa menyelamatkan bibit ikan yang masih tinggal di dalam kolam dengan peralatan seadanya. “Kita tidak dapat berbuat banyak. Yang terus keluar tidak dapat kita cegah,” akunya.

Besar harapannya, ikan-ikan yang masih tinggal di kolam bisa diselamatkan. “Kita takut tahun ini gagal panen. Kerena dana pembibitan ini dianggarkan hanya 2 kali setahun dan ini bibit yang kita pelihara di tahun 2018,” kata Asnawi.

Ia juga menyebut, tidak hanya di lokasi kantornya saja yang kebanjiran, tetapi juga para petani ikan yang ada di Kabupaten Sarolangun.

"Kemarin sudah kita cek ke petani, jika ditotal ada setengah hektare luasan kolam yang banjir," katanya.

Baca: Jadwal MotoGP 2019 Pekan Ini, Minggu, 10 Maret 2019 Live Streaming di TV Online Trans7

Baca: Bupati Mashuri Resmikan Kantor BKAD dan Dampingi Kunjungan Gubernur Jambi, Fachrori Umar di Bungo

Baca: Manunggal Dengan Rakyat, Satgas TMMD ke 104 Kodim 0417 /Kerinci Cerita Pelda Subhan Bantu Warga

Baca: Aktivis HAM Robertus Robet Dipulangkan Kamis Sore, Ungkap Permintaan Maaf Bila Dirasa menghina ABRI

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved