Pelaku Rudapaksa Tewas, Dibakar Hidup-hidup: Korban Tuangkan Minyak Tanah ke Tubuh Pelaku

TRIBUNJAMBI.COM-- Seorang perempuan di India mengambil tindakan keras terhadap pelaku rudapaksa.

Editor: ridwan
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM-- Seorang perempuan di India mengambil tindakan keras terhadap pelaku rudapaksa.

Korban kemudian menuangkan minyak tanah pada tubuh pria tersebut lalu membakarnya.

Diwartakan AFP, Rabu (6/3/2019), perempuan tersebut dapat selamat meski menderita sejumlah luka bakar di wajah dan tangannya.

Sementara, pelaku rudapaksa meninggal di rumah sakit akibat luka bakar yang dideritanya. Perempuan yang dirahasiakan identitasnya itu merupakan seorang janda berusia 35 tahun.

Dia mengatakan kepada polisi, pria berusia 42 tahun itu menyerang dan merudapaksanya di rumah perempuan tersebut di Kolkata pada Senin lalu saat putrinya sedang keluar.

Baca: Sidang Kasus Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang, YLKI Ajukan Penundaan Sidang

"Kemudian dia menuangkan minyak tanah ke tubuhnya dan membakarnya," ucap petugas polisi setempat Sajal Kanti Biswas.

India memang memiliki catatan buruk terkait kekerasan seksual. Rata-rata ada lebih dari 100 perkosaan yang dilaporkan terjadi setiap hari pada 2016.

Sistem peradilan juga dianggap lambat dan penanganan polisi kerap mengecewakan para korban.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa insiden membuat korban rudapaksa mengambil tindakan keras kepada para pelaku rudapaksa.

Pada Desember lalu, seorang perempuan usia 47 tahun memotong kemaluan pria berusia 27 tahun yang menguntitnya.

Sementara itu, pada 16 Desember 2017 lalu telah menandai lima tahun perudapaksa kelompok yang memicu protes nasional dan mengarah pada pembentukan undang-undang baru tentang kejahatan terhadap perempuan.

Baca: SAD di Batanghari Mengaku Tak Bisa Lagi Hidup di Hutan, Semua Sudah Jadi Sawit

Pada 16 Desember 2012, wanita berusia 23 tahun yang kemudian dikenal sebagai Nirbhaya (bukan nama asli), dirudapksa oleh enam pria di sebuah bus.

Dia diperkosa setelah menonton film 'Life of Pi' di Saket, Delhi Selatan bersama temannya.

Nirbhaya diserang dengan tongkat besi dan ususnya ditarik keluar, kata para dokter.

Dia meninggal di sebuah rumah sakit di Singapura 13 hari kemudian.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved