Sidang Kasus Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang, YLKI Ajukan Penundaan Sidang

Damai Idiyanto sebagai kuasa hukum YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Jambi meminta pada majelis hakim penundaan satu kali sidang.

Sidang Kasus Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang, YLKI Ajukan Penundaan Sidang
Tribunjambi/Jaka HB
Karton berisi tuntutan pada pemerintah Kota Jambi terkait kenaikkan tarif 100 persen, pada 19 Februari lalu. Lokasi di trotoar depan Pengadilan Negeri Jambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penggugat kenaikkan tarif PDAM 100 persen minta waktu dua minggu untuk menjawab penolakan Pemerintah Kota Jambi atas gugatan, pada Rabu (6/3).

Damai Idiyanto sebagai kuasa hukum YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Jambi meminta pada majelis hakim penundaan satu kali sidang.

"Kita minta waktu dua minggu yang mulia," kata Damai pada Edy Pramono selaku ketua majelis hakim.

Edy Pramono mengatakan berarti pihak penggugat menggunakan satu dari dua kesempatan menunda persidangan.

Baca: Kabag Hukum Pemkot Jambi: Kenaikkan Tarif PDAM Sudah Melalui Pertimbangan Teknis

Baca: SAD di Batanghari Mengaku Tak Bisa Lagi Hidup di Hutan, Semua Sudah Jadi Sawit

Baca: Dua Kecamatan di Tanjab Barat ini Masuk Daerah Rawan di Pemilu 2019

Baca: Film Captain Marvel dan Dilan 1991 Dominasi Tiga Bioskop di Jambi

Baca: Irene Akui Suaminya Tidak Akan Ikut Pemilu Meski Masuk DPT Kota Jambi

Sidang kemudian ditunda dan dilanjutkan pada Rabu, 20 Maret mendatang.

Sidang perkara gugatan kenaikkan tarif listrik adalah yang kedua. Penggugat dari YLKI menyatakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang dan Pemerintah Kota Jambi menyalahi aturan yang berlaku. Salah satunya harus disetujui DPRD dulu.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved