Advertorial
Dinas PP dan KB Sungai Penuh Gelar Sosialisasi Kebijakan Dampak Penduduk dan Pendidikan
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sungai Penuh menggelar sosialisasi kebijakan dampak penduduk dan pendidikan kependudukan
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sungai Penuh menggelar sosialisasi kebijakan dampak penduduk dan pendidikan kependudukan untuk generasi muda.
Kepala Dinas PP dan KB Sungai Penuh, yang sambutannya disampaikan Sekretaris Hj Dewi Sartika, mengatakan saat ini penduduk Indonesia sudah mencapai 260 juta jiwa. Itu merupakan urutan ke empat terbesar penduduk dunia setelah Amerika Serikat.
Hal ini menjadi perhatian pemerintah melalui Undang-undang Nomor 52/2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang kepengurusannya diserahkan kepada BKKBN.
Hingga 2017, penduduk Indonesia rerata sekolah tidak tamat SMP. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah penduduk Indonesia yang tidak tamat SMP ini dalam angkatan kerja mampu bersaing dengan dengan negara-negara lain.
"Tentu jawabannya tidak. Untuk itu kita berusaha keras bagaimana agar remaja Indonesia khususnya Sungai penuh tidak kalah saing dengan negara-negara lain," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Mukhtar Bakti, yang hadir pada acara tersebut, menyampaikan pada penduduk yang besar maka besar pula kebutuhan primernya seperti sandang, pangan dan lainnya.
"Kalau perkembangan penduduk kita tidak diiringi dengan kualitasnya bukan tidak mungkin akan menjadi beban pembangunan," ungkapnya.
Setidaknya ada tiga aspek dampak kependudukan yang akan terjadi.
Pertama, kuantitas, kualitas dan terakhir penyebaran penduduk yang tidak merata.
Disebutkannya juga program GENRE menjadi perhatian BKKBN Provinsi Jambi dengan harapan generasi muda menunda kawin muda dan memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga bisa bekerja dan berpenghasilan lebih baik yang nantinya dapat memenuhi kebutuhan dan gizi keluarga sehingga menjadi keluarga Indonesia yang berkualitas.
Adapun peserta yang mengikuti sosialisasi itu sebanyak 100 orang yang tergabung dalam PIK-R dan Karang Taruna yang bertempat di gedung Akper Kota Sungai Penuh. (*)
Foto-foto:



