Ketika Pasukan Elit Bersatu Tanpa Kompromi 20 Menit Hancurkan Teroris, Begini Aksinya

TRIBUNJAMBI.COM -- Jauh sebelum Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dibentuk untuk

Editor: ridwan
Tribunnews.com
Ilustrasi--Pasukan elite Kopaska yang terkenal dengan sebutan Hantu Laut 

TRIBUNJAMBI.COM -- Jauh sebelum Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) dibentuk untuk memerangi terorisme pada Juni 2015, pasukan khusus gabungan TNI dan Polri sebenarnya pernah melakukan latihan bersama.

Latihan itu berlangsung pada tahun 2004 dan berlokasi di gedung MPR/DPR kompleks Senayan, Jakarta.

Simulasi latihan menggambarkan ketika 40 teroris bersenjata lengkap tiba-tiba menguasai gedung MPR/DPR dan menyandera ketua MPR dan DPR beserta seluruh anggota dewan yang tengah melakukan persidangan.

Akibatnya, situasi sidang untuk menyiapkan Pemilu 2004 berubah mencekam.

Seorang anggota dewan bahkan ditembak teroris demi memberi peringatan kepada yang lain agar tidak melakukan perlawanan.

Baca: Petani Bawang yang Curhat Dengan Sandiaga Ternyata Mantan Anggota KPU, Begini Ceritanya

Selanjutnya, teroris meminta kepada pemerintah RI untuk menebus para sandera dengan tiga hal.

Uang 50 juta Dollar AS, menyiapkan sebuah helikopter dan meminta berbicara langsung dengan Kapolri.

Bila permintaan tidak dipenuhi, teroris yang menyebut dirinya Musang mengancam melakukan pembunuhan dan penghancuran besar-besaran.

Pemerintah segera meminta TNI dan Polri melumpuhkan teroris. Perencanaan disusun dengan cepat. Permintaan teroris juga disediakan.

Tetapi, tanpa sepengetahuan kawanan teroris ( Musang) , `hadiah khusus' tengah disiapkan. Yaitu pasukan khusus gabungan lawan teroris yang sudah terlatih dengan baik.

Baca: Bioskop Trans TV - Sinopsis Film John Wick, Saat Keanu Reeves Balas Dendam Pembunuh Anjingnya

Musang terus melakukan ulah berlebihan. Merasa posisinya berada di atas angin, mereka melakukan show of force.

Demi melakukan teror lebih besar, Musang pun menembak satu sandera lainnya.

Tindakan semena-mena ini tentu saja memancing kemarahan pemerintah RI. Niat memberikan toleransi akhirnya berubah menjadi tindakan pembasmian.

Untuk pertama kalinya, tiga pasukan khusus dari TNI yakni Satuan 81 Kopassus (TNI AD), Detasemen Jala Mangkara (Marinir TNI AL), Detasemen Bravo 90 (TNI AU) dan satu khusus Satuan I Gegana dari Kepolisian RI dikirim untuk memberangus.

Baca: Nama Anak Raisa Dan Hamish Daud Unik Terdiri Dari 17 Huruf, Netizen : Keponakan Online Ku

Tindakan penyergapan TNI-Polri dilakukan pertama kali melalui penerjunan Denjaka ke atas gedung Nusantara III.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved