Terdakwa Musdar Sempat Membuat Surat Permohonan

Pertama, Musdar memohon waktu mencari sisa tagihan. Kedua Misdar berjanji akan mengansur kerugian tersebut. Surat ini dibuat tanggal 27 Maret 2017

Terdakwa Musdar Sempat Membuat Surat Permohonan
Saksi, terdakwa dan hakim diperlihatkan bukti Daftar Rekening Ditagih (DRD) PDAM Batanghari, pada Senin (11/2/2019).
Saksi, terdakwa dan hakim diperlihatkan bukti Daftar Rekening Ditagih (DRD) PDAM Batanghari, pada Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Musdar selaku terdakwa dugaan korupsi PDAM Batanghari sempat membuat surat permohonan untuk mengansur kerugian. Hal ini disampaikan dalam sidang yang menghadirka. Saksi dari PDAM Batanghari.

Angger selaku Jaksa Penuntut Umum menyebutkan poin-poin surat tersebut.

Pertama, Musdar memohon waktu mencari sisa tagihan tersebut. Kedua Misdar berjanji akan mengansur kerugian tersebut. Surat ini dibuat tanggal 27 Maret 2017.

Baca: Terduga Korupsi PDAM Batanghari , Terdakwa Ternyata Sudah Berkali-kali Ditegur dan Diingatkan Atasan

Baca: Di Kawasan Hutan Ini, BKSDA Jambi Lepasliarkan Dua Elang Brontok dan Tiga Kucing Hutan

Baca: Video-video Mulan Jameela saat Jenguk Ahmad Dhani di Rutan Medaeng

Periode temuan kerugian negara pada September 2015 hingga Desember 2016. "Ada audit BPKP ran ada selisih di DRD (Daftar Rekening Ditagih," katanya.

Hal ini disampaikan dalam pemaparan saksi di Pengadilan Negeri Jambi, pada Senin (11/2). Ada 8 saksi dari PDAM Batanghari.

Sebelumnya Musdar atau Wakboy juga didakwa menyalahgunakan uang seoran rekening air pelanggan PDAM Tirta Batanghari cabang Mersam pada September sampai Desember 2015.

Baca: Usung Kamera 48 MP Saingi Redmi Note 7, Oppo F11 Pro Siap Diluncurkan Maret 2019

Baca: 10 Makanan Ini Membahayakan bagi Kesehatan Jika Dimakan Bersamaan, Apa Saja?

Baca: Sadis, Berniat Berbisnis ke Malaysia, Dua Warga Bandung Diduga Tewas Dimutilasi

Baca: Benarkah Reino Barack dan Syahrini Batal Nikah? Anak Indigo Sebut Masih Ada yang Ragu

Selain itu juga pada Januari sampai Desember 2016. Hal ini bertentangan dengan pasal 343 ayat (1) huruf r UU nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan pengelolaan BUMD.

Selain itu juga pasal 1 bagian I angka 2a Kemen Otda nomor 8 tahun 2000 tentang pedoman akuntansi PDAM.

Penyidik sudahmengumpulkan berkas 25 dokumen baik rekening koran dan tagihan pelanggan. Kasus ini tercatat di pengadilan neeri jambi fengan nomor 8/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jmb.(*)

Foto: Saksi, terdakwa dan hakim diperlihatkan bukti Daftar Rekening Ditagih (DRD) PDAM Batanghari, pada Senin (11/2/2019).

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved