Jenazah Pria Ini Dikembalikan Tidak Utuh, Otak dan Jantungnya Hilang: Istrinya Tercengang
TRIBUNJAMBI.COM--Seorang pria Korea berusia 35 tahun meninggal di Meksiko dan disebutkan karena sebab
TRIBUNJAMBI.COM--Seorang pria Korea berusia 35 tahun meninggal di Meksiko dan disebutkan karena sebab alamiah.
Kini ia dikembalikan kepada keluarganya yang berada di Korea.
Sayangnya, kondisinya saat dikembalikan tidak utuh hal ini membuat istri dan keluarganya berspekulasi mengenai penyebab kematiannya.
Seperti dilansir dari Nextshark pada Jumat (1/2/2019), pria yang meninggal tersebut diidentifikasi dengan nama Kim.
Baca: Ingat! Kades Wajib Publikasikan Penggunan Dana Desa
Baca: Bupati Bungo Kukuhkan Pengurus HKJ Bungo
Baca: Temukan Restoran Sajikan Minuman Keras Dekat Masjid, FPI Kritik Pemkot Jambi Tak Tegas
Dilaporkan bahwa, sesaat sebelum kematiannya Kim berkelahi dengan orang lain, seperti dilaporkan Korea Times.
Karena curiga ada kebenaran yang ditutupi, istrinya membuat petisi online untuk mencari bantuan mengungkap kasus Kim.
Dalam postingan pada 22 Januari 2019, istri Kim mengklaim suaminya bertengkar di sebuah tempat karaoke di Monterrey Nuevo pada 3 Januari 2019.
Insiden tersebut tertangkap kamera pengintai, kemudian Kim pingsan dan dilarikan ke rumah sakit di mana ia dinyatakan meninggal.
Baca: Tiga Pemuda Dibekuk Polisi Gara-gara Curi Kipas Angin, Sepatu dan Celana
Baca: Ada 10 Ribu, Dukcapil Sarolangun Pastikan Stok Blangko KK Aman
"Lebih dari seminggu kemudian, saya menerima hasil otopsi yang mengatakan: tidak ada cedera eksternal, maka saya tercengang," kata istri Kim.
"Malam itu, saya diberitahu oleh pengacara saya bahwa ada kemungkinan untuk mengubah hasil otopsi atau investigasi (di Meksiko). Jadi saya meminta otopsi lain di NFS," lanjutnya.
"Seorang ilmuwan forensik mengatakan kepada saya bahwa ada tanda-tanda cedera eksternal, termasuk banyak memar, tetapi mengejutkan tidak ada otak dan tidak ada perut," katanya lagi.
Dia mengatakan bahwa otoritas Meksiko berhenti menyelidiki kasus ini sejak otopsi menyatakan bahwa Kim meninggal karena sebab alamiah.
Baca: Lima Investor Besar Masuk Kota Jambi, Total Invenstasi Capai Rp 2,7 Triliun
Baca: Pernah Melebihi Target, BPPRD Muarojambi Optimis PAD Capai Rp 76 Miliar
Baca: Pemkot Jambi Gelar Lomba Desain Tas Belanja Ramah Lingkungan, Daftar Gratis, Hadiahnya Jutaan
Menurut departemen luar negeri Korea meminta pihak berwenang mengembalikan organ yang hilang termasuk otak, perut serta jantung Kim.
Organ yang hilang ini diyakini ditinggalkan di Servicio Medico Forense (Layanan Medis Forensik), lembaga otopsi pertama milik Meksiko.
Ketika Layanan Forensik Nasional Korea (NFS) melakukan otopsi sendiri pada 21 Januari, mereka gagal menemukan penyebab kematian Kim karena bagian tubuhnya hilang.
Namun, NFS menyatakan bahwa bagian tubuh pria ini memar.