Berkat Tommy, Soeharto 'Lolos' dari Tragedi Berdarah Gerakan 30 September yang Bunuh 8 Jenderal TNI
Dari 8 jenderal tinggi di TNi, Soeharto tidak ditemukan, padahal Soeharto merupakan Jenderal bintang satu yang namanya sudah malang melintang.
TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah tanda tanya yang tidak banyak diketahui orang dengan posisi Soeharto di malam kelam penculikan dan pembnunuhan 8 jenderal TNI.
Mereka hilang dan ditemukan jasadnya berada di suatu lubang yang bernama Lubang Buaya.
Dari 8 jenderal tinggi di TNi, Soeharto tidak ditemukan, padahal Soeharto merupakan Jenderal bintang satu yang namanya sudah malang melintang.
Banyak yang beranggapan akan tidak masuknya Soeharto dalam daftar 8 Jenderal, memunculkan berbagai opini.
Soeharto duduk di kursi kekuasaan menggeser posisi Presiden RI Soekarno, tak lepas dari dua momen penting, sebagai batu loncatan --meletusnya peristiwa G 30 S PKI dan lahirnya Supersemar.
Baca Juga:
Rahasia Soeharto Bisa Bertahan di Jajaran Jenderal, Meski Kerap Tak Sepemikiran dengan Soekarno
Relief Misterius di Hotel Borobudur Jakarta, Ternyata Dulunya Markas Tentara Belanda
Jejak 8 Jenderal Nahas Ditemukan Sarwo Edhie Lewat Cerita Sosok Polisi Ini, Soeharto Turun Tangan
Begini Suasana Makam Soeharto Setelah 11 Tahun, Terungkap Detik-detik Meninggalnya Presiden Kedua
Kisah Ira Koesno Saat Wawancara, Narasumber Minta Presiden Soeharto Diganti, Istana Langsung Telpon
Dimana posisi Soeharto ketika terjadi aksi penculikan besar-besaran terhadap para jenderal TNI AD?
Benarkah Soeharto akan diracun seorang wanita yang mengaku sebagai anak Soeharto?
Berikut kisahnya:
POSTUR tubuhnya tak terlalu tinggi. Umurnya, kira-kira lebih dari 50 tahun. Ketika berbicara, laki-laki tak dikenal itu selalu menggunakan bahasa Inggris dan Indonesia.
Pria keturunan India itu, suatu hari mampir ke rumah Soeharto di Jl Agus Salim, Jakarta. Ketika itu Soeharto berpangkat mayor jenderal dan menduduki posisi cukup penting --Pangkostrad.
Entah siapa yang mengajak pria itu mampir ke rumah Pangkostrad. Yang jelas, pria itu diterima Ibu Tien Soeharto, sang pemilik rumah. Setelah dipersilakan duduk, pria itu menawarkan barang dagangannya, berupa batu-batu permata yang berwarna-warni.
Sayangnya ketika berbagai jenis permata itu ditunjukkan, Ibu Tien tidak begitu tertarik. Pria itu lalu mengeluarkan ‘jurus’ baru, mengaku bisa meramal nasib seseorang.
Sontak Ibu Tien menjadi tertarik dan ingin mendengarkan ceritanya.
"Sekedar mengisi keisengan saya setuju saja. Setelah orang itu melakukan cara-cara sesuai 'ilmunya', ia lalu menceritakan keadaan masa lalu saya. Banyak yang cocok. Saya jadi penasaran sehingga ingin tahu lebih lanjut apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang," kenang Ibu Tien seperti yang terungkap dalam buku otobiografinya berjudul Siti Hartinah Soeharto Ibu Utama Indonesia.
Rahasia Soeharto Bisa Bertahan di Jajaran Jenderal, Meski Kerap Tak Sepemikiran dengan Soekarno
Meski Berbeda, Ini 3 Sikap Positif Anak Ahmad Dhani & Ahok Saat Hadapi Ayah Mereka Harus Dipenjara
VIDEO: Ari Lasso Bawakan Lagu Hadapi dengan Senyuman Al Ghazali dan Dul Jaelani Menangis
Belum Pulih Alasan Vannesa Angel Ajukan Penangguhan Penahanan
Dialog pun berlanjut, hingga akhirnya mengarah kepada nasib Soeharto. Lagi-lagi sang penjual akik mempertontokan 'jurus’-nya.