Jadi Saksi, Empat Anggota Polda Jambi Beberkan Fakta Illegal Drilling di Bajubang

Delapan terdakwa yang diduga melakukan pengeboran illegal drilling mendengarkan keterangan saksi penangkapan.

Jadi Saksi, Empat Anggota Polda Jambi Beberkan Fakta Illegal Drilling di Bajubang
Tribunjambi/Mareza
Empat anggota polisi Polda Jambi hadir sebagai saksi kasus illegal drilling di Batanghari. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Delapan terdakwa yang diduga melakukan pengeboran minyak tanpa izin (illegal drilling) mendengarkan keterangan saksi penangkapan.

Kedelapan terdakwa itu adalah Jauhari, Hasan Aswari, Ali Mustofa, Ari Wibowo,Yanto, Fitri, Pandi Ahmad yang diduga melakukan penambangan minyak secara ilegal di Desa Bajubang, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Dalam kesempatan itu, jaksa penuntut umum Kejati Jambi, Tito Supratman menghadirkan empat saksi penangkapan dari Polda Jambi.

Dalam keterangan saksi, mereka menyampaikan, menerima informasi dari masyarakat. Pada Selasa (16/10/2018), tim mereka langsung melakukan koordinasi dan persiapan. Rabu (17/10/2018) dinihari, mereka langsung lakukan penggerebekan.

"Ada yang bekerja di sana, tapi sebagian besar istirahat," kata Riki, satu di antaranya.

Katanya, di sana ada tiga sumur minyak. Adapun cara pengilangan minyak yang mereka lakukan, adalah dengan menggunakan mesin sepeda motor.

"Jadi mereka menyedot minyak dengan mesin motor. Ada tiga sumur di sana. Mereka sedot lalu dimasukkan ke drum," kata Riki lagi.

Setelah melakukan interogasi, mereka mengaku mendapat upah dari TS (DPO). Setiap memenuhi satu drum, para pekerja ini diupah Rp 20 ribu.

"Mereka dapat upah Rp 20 ribu per drum. Nanti satu drum itu dijual seharga Rp 540 ribu," lanjutnya.
Menanggapi hal itu, majelis hakim meminta agar pihak kepolisian terus mengusut kasus itu.

"Ini harus diusut. Yang punyanya ini berarti dapat banyak. Pemodalnya untung besar ini," kata hakim ketua, Makaroda Hafat.

Baca: Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, PU Siapkan Rp 20 Miliar

Baca: Luncurkan Beras Lokal, Bupati Merangin Wajibkan ASN Beli

Baca: Setahun, Tercatat Ada 346 Kasus, Konflik Manusia dengan Gajah di Jambi

Baca: VIDEO: Cincin Akik Ajaib Bisa Menyala Saat Disentuh, Ahok Sebut Dikasih Orang Saat Dipenjara

Baca: Lolos CPNS, Caleg PKS di Sarolangun Dicoret KPU

Para terdakwa dijerat pasal 52 Jo pasal 11 ayat 1 UU RI nomor 22 tahun 2001, tentang Minyak dan Gas Bumi, Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim akan mengagendakan sidang pemeriksaan terdakwa dan saksi mahkota.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved