Gara-gara Buah Duku, Adik dan Kakak Ipar di Bungo Saling Bacok
Keributan terjadi antara dua warga Dusun Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Sabtu (19/1).
Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Keributan terjadi antara dua warga Dusun Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Sabtu (19/1).
Keributan terjadi antara Abdul Manap (42) dan Zaki (43) yang dipicu masalah buah duku.
Kejadian bermula ketika Abdul Manap akan memanen buah duku. Saat itu datanglah Zaki mau minta bagian. Abdul Manap melihat ke Zaki dan menolak mebagikan duku.
Mereka awalnya ribut saling mengata-ngatai saja. Tapi keributan berujung pada aksi saling bacok. Keduanya pun terluka.
Abdul Manap mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan, dan luka tembak senapan angin di dada sebelah kanan.
Baca: Polres Tanjabtim Tangkap Pelaku Penyelundupan 8 Kardus Baby Lobster Senilai Rp 8 Miliar
Baca: Pertugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan 4 Kg di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal
Baca: Pemkot Jambi Akan Bedah 600 Rumah di 11 Kecamatan, Ini Syaratnya
Baca: VIDEO: Ternyata Ini Alasan Edy Rahmayadi Mundur dari Ketua Umum PSSI
Baca: Kasus Pembunuhan Putra Bermotif Cemburu, Polisi Periksa Istri Amir
AKP Herdis selaku Kapolsek Rantau Pandan membenarkan hal itu. Dia mengatakan peristiwa tersebut terjadi di kebun duku Dusun Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo.
"Sementara Zaki mengalami luka bacok di paha sebelah kiri dan luka di telapak tangan sebelah kanan," ujar Herdis, Minggu (20/1).
Lebih lanjut Herdis mengatakan, Abdul Manap telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rantau Pandan. Namun kasus ini rencananya akan diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat Abdul Manap dan A. Zaki masih memiliki hubungan keluarga.
"Rencananya ada perundingan adat dan perdamaian di kantor Desa Rantau Duku. Ini mengingat keduanya masih ada hubungan keluarga, yaitu adik dan kakak ipar," ungkapnya.