Editorial

Saatnya Jambi Punya Stadion Berkelas

Kalaulah setiap tahun hanya digelar di Stadion Tri Lomba Juang atau Stadion KONI, sampai kapan kabupaten/kota akan memiliki stadion yang representati

Saatnya Jambi Punya Stadion Berkelas
TRIBUNJAMBI/AFRISANDY PRATAMA YOGI
Septian Amrika Putra pemain bernomor punggung 16 keluar sebagai pemain terbaik pada piala Gubernur Cup sepak bola 2018 yang digelar Sabtu sore (20/1) di Stadion Tri Lomba Juang. Batanghari menjadi juara setelah tundukkan Muaro Jambi 2-1. 

SELAMA ini setiap kali perhelatan Gubernur Cup selalu dilaksanakan di Kota Jambi.

Fasilitas barangkali jadi pertimbangannya. Amat jarang Kabupaten/Kota diberi kesempatan menjadi tuan rumah. Padahal Kabupaten/kota juga memiliki hak untuk ajang tahunan dalam rangka HUT Provinsi Jambi tersebut.

Dan tahun ini, Kabupaten Merangin menjadi tuan rumah Gubernur Cup 2019, pertandingan bola yang bergengsi untuk standar lokal tersebut. Bumi Tali Undang Tambang Teliti sudah memiliki lapangan yang lebih dari cukup, walau dari standar nasional masih jauh panggang dari api.

Baca: Duel Pemain Luar Negeri di Laga Merangin Vs Bungo Bakal Seru, Jadwal Gubernur Cup 2019 Hari Ini

Baca: Gubernur Cup 2019, Babak Pertama, Bungo Vs Muarojambi Berakhir 3-0

Mungkin saja, ditunjuknya Kabupaten Merangin adalah "hadiah" atau kompensasi atas kegagalan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Semestinya perhelatan Porprov itu di Kabupaten Merangin November lalu, namun mereka tidak siap dengan alasan bersamaan dengan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Merangin.

Maka dialihkan ke Bungo-Tebo, tapi lagi-lagi tak siap, dan akhirnya KONI Provinsi yang menanggung "beban" ini.
Kembali kepada topik Gubernur Cup, sebetulnya perhelatan ini biasa saja digilir ke setiap kabupaten/kota.

Artinya agar kabupaten/kota juga merasa memiliki tanggung jawab dan berkesempatan menjadi tuan rumah Gubernur Cup.

Mereka pun berkesempatan berlomba-lomba untuk memperbaiki fasilitas olahraganya, paling tidak mempercantik lapangan sepak bola agar bisa menjadi tempat "merumput" bagi cikal bakal pemain hebat yang bisa mempertaruhkan nama Jambi di tingkat nasional ataupun internasional.

Kalaulah setiap tahun hanya digelar di Stadion Tri Lomba Juang atau Stadion KONI, sampai kapan kabupaten/kota akan memiliki stadion yang representatif.

Sampai kapan pemain-pemain daerah mau menikmati lapangan yang bagus. Karena di sana tidak ada fase kompetisi untuk memperbaiki fasilitas.

Barangkali ajang Gubernur Cup adalah menjadi tolok ukur untuk menaikkan kelas lapangan bola di daerah.

Baca: Mahasiswi Alami Pelecehan Seksual oleh Dosen

Baca: Oknum Dosen NTT Digerebek Anak & Istri di Kamar Bersama Mahasiswi, Pelakornya Nantang

Baca: Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Ayah-Anak di Sabak, Polres Tanjab Timur Lakukan Tes DNA

Terus terang terkadang kita sangat miris menyaksikan lapangan bola sekelas Stadion Tri Lomba Juang yang nota bene berada di pusat kota dan ibukota Provinsi Jambi, kondisinya memprihatinkan.

Sebagai ibukota Provinsi Jambi, mungkin Pemkot dan Pemprov Jambi perlu bersinergi untuk mewujudkan sebuah atau dua lapangan yang mumpuni.

Lapangan KONI yang berada di tengah pemukiman masyarakat sudah sangat mendesak untuk direlokasi ke tempat yang lebih lapang.

Namanya juga lapangan bola, tentu saja harus lapang, dan luas tidak nyesak dan padat seperti keberadaan Stadion Tri Lomba Juang saat ini. (*)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved