Rupiah Tembus Rp 14.077 per Dollar AS, DIsebut Terkuat Sejak Juni 2018

Hingga siang hari pukul 11.35 WIB, rupiah masih cenderung bergerak menguat sebesar 0,55% ke Rp 14.048

Rupiah Tembus Rp 14.077 per Dollar AS, DIsebut Terkuat Sejak Juni 2018
Kompas
Nilai tukar rupiah terhadap dolar 

Rupiah Tembus Rp 14.077 per Dollar AS, DIsebut Terkuat Sejak Juni 2018

TRIBUNJAMBI.COM - Nilai tukar rupiah, Kamis (10/1) terus menguat hingga perdagangan siang ini. Mengutip Bloomberg, di awal perdagangan rupiah dibuka menguat ke Rp 14.047 per dollar Amerika Serikat (AS) tapi sempat melonggar lagi ke Rp 14.099.

Hingga siang hari pukul 11.35 WIB, rupiah masih cenderung bergerak menguat sebesar 0,55% ke Rp 14.048 per dollar AS daripada kemarin.

Baca: Resmi Bercerai degan Angel Lelga, Begini Ungkapan Vicky Prasetyo Setelah Putusan Pengadilan Agama

Baca: Inilah Naomi Zaskia, Si Cantik Blasteran Jerman yang Akan Dinikahi Sule: Insya Allah Solehah

Baca: Oknum Dosen NTT Digerebek Anak & Istri di Kamar Bersama Mahasiswi, Pelakornya Nantang

Baca: Bagaimana Kabar Model Cantik Avriellia Shaqilla Usai Diciduk Saat Layani Tamu di Kamar Hotel? Begini

Baca: Pembunuhan Siswi SMK di Bogor, 5 Fakta Terungkap - Kronologi Penemuan hingga Terduga Pelaku

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan rupiah hari ini menguat karena rilis FOMC minutes semalam dipandang dovish. Hasil rapat mengindikasikan The Fed akan lebih berhati-hati melakukan pengetatan moneter di tahun ini.

"Paling tidak hasil rapat tersebut memberi petunjuk bank setral AS mulai menyadari dengan adanya perlambatan ekonomi global," kata Faisyal, Kamis (10/1).

Rupiah tembus Rp 14.077 per dollar, terkuat sejak Juni 2018

Sejak Akhir 2018, Tren CDS Indonesia Cenderung Menurun
Hal ini menguntungkan rupiah, karena pelaku pasar jadi berbalik memilih aset berisiko. Selain itu, Faisyal melihat pelaku pasar juga merespon positif hasil negosisasi perang dagang AS dan China. Meski, pelaku pasar masih menanti kelanjutan sikap Washington pada hasil pertemuan diskusi AS dan China tiga hari lalu. Jika AS juga merespons positif, maka rupiah bisa menguat kembali.

Fasiyal memproyeksikan rupiah masih berpotensi menguat ke bawah Rp 14.000 per dollar AS hingga penutupan nanti. Hal ini didukung dari proyeksi pandangan pidato The Fed nanti malam yang kembali dovish.
Rupiah berpotensi menguat ke Rp 13.960 per dollar AS hingga Rp 13.980 per dollar AS di penutupan perdagangan hari ini.

Sebelumnya setelah sempat terkoreksi, rupiah berhasil menguat terhadap dollar Amerika Serikat pada awal perdagangan Rabu (9/1). Mengutip Bloomberg pukul 09.30 WIB, rupiah menguat 0,28% ke level Rp 14.108 per dollar AS.

Baca: 5 Deretan Lagu Indonesia yang Miliki Cerita Mistis, Bikin Merinding dan Jangan Dengerin Sendirian

Baca: Instruksi Tegas Presiden Jokowi Terkait Teror ke Pimpinan KPK: Kejar dan Cari

Baca: Ratusan Guru di Batanghari Ajukan Kenaikan Pangkat pada April 2019, Ini Syaratnya

Baca: PM Israel Pucat Melihat Aksi Paspampres Indonesia Kawal Soeharto, Todong Pistol ke Perut Mossad

Baca: Juga Terseret Prostitusi Online Bersama Vanessa Angel, Begini Kabar Model Cantik Avriellia Shaqilla

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menyampaikan, penguatan rupiah masih ditopang oleh faktor eksternal.

Rupiah melemah, pasar menunggu rilis notulensi rapat The Fed
Misalnya perpanjangan masa negosiasi dagang antara perwakilan AS dan China. Presiden Donald Trump juga telah memberikan cuitannya di Twitter bahwa perkembangan negosiasi sejauh ini berjalan cukup positif.

“Para pelaku pasar akhirnya menilai bahwa efek perang dagang sudah mulai berkurang,” ujar dia.

Selain itu, rupiah juga diuntungkan oleh kurs dollar AS yang masih melemah akibat belum usainya penutupan sebagian pemerintahan federal AS. Trump masih bersikukuh ingin membangun tembok perbatasan AS – Meksiko kendati partai Demokrat belum memberikan dukungan terhadap rencana tersebut

Rupiah pun masih berpeluang melanjutkan penguatannya di sisa perdagangan hari ini. Namun, potensi penguatan mata uang rupiah akan lebih terbatas.

Baca: Momen Besar Ini yang akan Diungkap di Film Captain Marvel tentang Nick Fury yang Bikin Penasaran

Baca: Hasil Survei Elektabilitas Prabowo Masih Dibawah Jokowi, Fadlizon; Banyak Hasil Survei Tak Akurat

Baca: VIDEO: Detik-detik Ustaz Arifin Ilham Naik Jet Pribadi, Yusuf Mansur Sebut Pinjaman Seseorang

Baca: Duo Rangga Divonis 7 Tahun dan Denda Rp 800 Juta Gara-gara Sabu-sabu

Baca: Avanza dan Xenia Model Baru Segera Rilis, Harga yang Seken Bisa Turun Mulai 3-10 Juta

Sebab, para pelaku pasar masih menantikan pidato dari dua pejabat The Federal Reserves, yakni Eric S. Rosengren dan Charles L. Evans. Pidato dari kedua pejabat ini diyakini akan bernada dovish seperti pada kesempatan sebelumnya.

tak hanya itu, para pelaku pasar juga masih menunggu hasil FOMC minutes pada malam nanti.

Dengan demikian, Faisyal memperkirakan rupiah masih akan berada di area Rp 14.000 per dollar AS, tepatnya di kisaran Rp 14.050—Rp 14.085 per dollar AS ketika penutupan nanti. (*)

Baca: Terungkap, Ahli BPKP Sebut 3 Hal Penyebab Tidak Kontrak Pengadaan Alkes di Bungo Tak Normal

Baca: Mahfud MD Skakmat Andi Arief Soal Berbahaya Kecurangan Pilpres, Begini Isi Tanggapannya

Baca: Sinyal Kuat Ahok Kembali ke Politik, Jelang Bebas Twitter Tim BTP Unggah Foto Tahun 2016, Ucapannya

Editor: hendri dede
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved