Kasus IUP Batu Bara di Sarolangun, Sekda: Kasus Itu Tumpang Tindih

Menurutnya, kasus IUP itu sebenarnya kasus yang sudah lama dikarenakan banyak beberapa perusahaan yang berebut lahan izin usaha pertambangan.

Kasus IUP Batu Bara di Sarolangun, Sekda: Kasus Itu Tumpang Tindih
TRIBUNJAMBI/ALDINO
Ilustrasi. Tambang batu bara di Kabupaten Batanghari

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sekda Sarolangun, Tabroni Rozali mengaku tidak mengetahui persis terkait perkembangan kasus izin usaha pertambangan (IUP) batu bara yang berada di Sarolangun.

Namun setelah mendengar kabar bahwa sudah ada beberapa tersangka terkai kasus IUP batu bata sarolangun ia sedikit menerangkan.

Menurut Sekda, IUP itu ditangani oleh dinas lingkungan hidup daerah (DLHD) Sarolangun sebagai sektornya. Dan, belum lama ini memang sudah ada yang datang ke Pemkab terkait kasus tersebut, mulai dari korsupgah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca: BREAKING NEWS Kejagung Tetapkan 6 Tersangka Kasus IUP Batu Bara Sarolangun

Baca: Ternyata Ini yang Sebabkan Kerugian Negara Rp 91,5 Miliar dalam IUP Batu Bara Sarolangun

Baca: Dua Desa di Sarolangun tak Cairkan DD Tahap Tiga Tahun 2018, Ini Kendalanya

"Kemarin sudah ado yang diminta korsupgah KPK, kito kasih semuo apo yang diminta (termasuk kasus IUP itu)," jelas Sekda melalui telepon seluler Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, kasus IUP itu sebenarnya kasus yang sudah lama dikarenakan banyak beberapa perusahaan yang berebut lahan izin usaha pertambangan.

"Itu kalok dak salah tumpang tindih orang-orang tu (perusahaan) dio rebut samo-samo perusahaan dan masing-masing ini dak mau ngalah, makanya jadi naik kasus tu," katanya.

Baca: Mencari Presiden yang Pas Untuk Indonesia, Sudjiwo Tedjo Bandingkan dengan Kepemimpinan Nabi

Baca: Dampingi Ustaz Arifin Ilham yang Sakit, Istri Pertama Kenang Awal Berjodoh, Gara-gara Mimpi di Kabah

Baca: Kenapa Artis yang Tertangkap Gara-gara Prostitusi Tak Pernah Bisa Dipenjara? Ini Kata Hotman Paris

"Ya, kita tunggu, abang belum bisa informasi. Cobalah bantu telusuri kebenarannya," katanya.

Diketahui, penyidik Pidsus Kejaksaan Agung telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian lahan batu bara seluas 400 hektare di Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Dalam kasus tersebut, rerata yang menjadi tersangka adalah pimpinan perusahaan tambang ternama. Sampai saat ini Kejaksaan Agung RI masih melakukan pemeriksaan atas dugaan yang merugikan negara sebesar Rp92,5 miliar itu.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved