Beberapa Bagian Jembatan Sungai Sambiyo Retak, Warga Khawatir Ambrol Tiba-tiba

Namun, melihat kondisi jembatan yang baru digunakan sudah ada bagian yang retak, Wawan yang menyayangkan hal tersebut.

Beberapa Bagian Jembatan Sungai Sambiyo Retak, Warga Khawatir Ambrol Tiba-tiba
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Jembatan Sungai Sambiyo, Desa Talang Datar (Unit VI), Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, retak di beberapa bagian. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Jembatan Sungai Sambiyo, Desa Talang Datar (Unit VI), Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, retak di beberapa bagian.

Pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana APBD Kabupaten Muarojambi 2017 senilai Rp 4,2 milliar.

Jembatan itu mulai dioperasikan sekira awal 2018.

Sekira sebulan setelah boleh digunakan lalu lintas masyarakat setempat, jembatan tersebut sudah retak.

"Kalau dibuka pelangnyo, sekitar tahun baru kemarin, tahun 2017. Nah sudah tu boleh masyarakat lewatkan, sekitar sebulan atau sebulan setengah lah baru mulai nampak ado retakan-retakan di jembatan," ungkap Wawan, warga setempat.

Dia mengatakan sebelumnya masyarakat setempat sangat berterima kasih kepada Pemkab Muarojambi dengan adanya pembangunan tersebut.

Namun, melihat kondisi jembatan yang baru digunakan sudah ada bagian yang retak, Wawan menyayangkan hal tersebut.

Bangunan dengan guyuran dana besar tersebut sangat dibutuhkan masyarakat.

"Masa baru sebulan dilewati sudah retak. Kek mano pengawasannya. Sayang bae ngabisin duit sebanyak itu, tapi hasilnyo kek gini. Masak iyo kan kalo dibangun bagus-bagus pastilah tahan lamo," ujarnya.

Pantauan Tribunjambi.com, empat sisi bahu di jembatan mengalami keretakan. Retakan sampai bagian bawahnya.

Jembatan Sungai Sambiyo, Desa Talang Datar (Unit VI), Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, retak di beberapa bagian.
Jembatan Sungai Sambiyo, Desa Talang Datar (Unit VI), Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi, retak di beberapa bagian. (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Tokoh masyarakat Sungai Bahar, Desnat, mengatakan instansi terkait dalam harus lebih profesional. Apalagi, itu dibangun menggunakan dana APBD yang besar.

"Kami selaku masyarakat tentu sangat kecewa bila baru dibangun sudah retak. Pembangunannya seperti apa, ini yang harus kita lihat. Haruslah sesuai dengan aturan dan peruntukannya," ungkap Desnat.

Menurutnya, retakan pada jembatan tersebut, jika dibiarkan tentu akan membahayakan masyarakat. Dia khawatir secara tiba-tiba retakan bisa mengakibatkan ambruknya jembatan. Apalagi akses jembatan itu, sering dilalui oleh pengendara roda dua atau empat yang melintas.

"Membahayakan itu tentu bagi pengguna jalan. Kita berharap Pemkab untuk meninjau ulang dan mengecek kondisi itu," pungkasnya.

Baca Juga:

 4 Pusara Berdampingan, Radea Putri Anindyta Anak Sulung Aa Jimmy Dimakamkan, Tangis Haru Pecah

 Rahasia Pisau Komando Kopassus, Ini Asal Usul dan Keistimewaannya

 Dai Termuda di Batanghari Usia 20 Tahun, 4 Orang Dai Gugur saat Seleksi dan Evaluasi

 Update Terbaru BKN Umumkan Kelulusan CPNS 2018 via Link Sscn.bkn.go.id, Lihat Jadwal Penetapan NIP

Penulis: syamsul
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved