Aulia Tasman Meninggal Dunia

Sahabat Ceritakan Penyakit yang Sebabkan Aulia Tasman Meninggal

Prof. Aulia Tasman mulai mulai merasakan sakit setelah salat dzuhur. Ia alami sesak nafas dan dilarikan ke RS.Raden Mattaher.

Sahabat Ceritakan Penyakit yang Sebabkan Aulia Tasman Meninggal
Tribunjambi/Mareza
Kediaman almarhum Aulia Tasman dipenuhi dengan warga yang melayat. Jenzah mantan Rektor Unja itu akan disemayamkan ke Lempur, Kerinci. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mantan rektor Universitas Jambi (Unja) Prof. Aulia Tasman mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Raden Mattaher, Jambi, Selasa (18/12/2018).

Informasi yang Tribunjambi.com peroleh, almarhum meninggal karena kadar gula darah yang tinggi.

Dasra, sahabat karib Aulia yang ditemui di rumah duka bercerita, jika almarhum sahabatnya itu mulai merasa sakit setelah salat dzuhur.

"Informasi yang saya dapat, beliau masih sehat tadi pagi. Beliau juga masih salat duha. Pas zuhur tadi, beliau mulai merasakan sakit," katanya.

Jenazah Aulia Tasman Dibawa dari Rumah Duka, Diberangkatkan Menuju Lempur
Jenazah Aulia Tasman Dibawa dari Rumah Duka, Diberangkatkan Menuju Lempur (tribunjambi/mahreza)

Karena mengeluh sakit, almarhum sempat mendapatkan pengobatan dari dokter di lapas Klas IIA, Jambi. Dari sana diketahui, gula darah almarhum tinggi.

"Karena kondisi beliau terlalu lemah, langsung dibawa ke rumah sakit umum," terangnya.

Namun, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Raden Mattaher sekitar pukul 18,30 WIB.

Baca: Jemput Sabu di Suak Kandis, Sutris Diganjar 12 Tahun Penjara

Baca: Diiringi Rintik Hujan, Jenazah Aulia Tasman Diberangkatkan Menuju Lempur

Baca: Jalan Belum Rampung, Relokasi Pedagang ke Pasar Talang Banjar Baru Ditunda

Baca: Aulia Tasman Wafat! ini Sepak Terjangnya Sebagai Rektor UNJA, Pernah Akan Tindak Tegas Oknum Pegawai

Pantauan Tribunjambi.com, jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 19,45 WIB. Di rumah duka, keluarga dan orang-orang terdekat sempat membacakan yasin dan tahlil serta doa.

Para pelayat memadati rumah hingga ke teras dan tepi jalan, meski hujan mengguyur sekitar kediamannya di Buluran Kenali, Telanaipura.

Jenazah kemudian dibawa ke Lempur sekitar pukul 21,10 WIB untuk disemayamkan.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved