Peristiwa Hamil Diluar Nikah, Menjadi Kasus Dominan di Pengadilan Agama Sengeti, Terbukti dari Ini

Dispensasi pernikahan adalah permohonan untuk melegalkan pernikahan yang mana salah satunya atau kedua-duanya merupakan anak dibawah umur.

Peristiwa Hamil Diluar Nikah, Menjadi Kasus Dominan di Pengadilan Agama Sengeti, Terbukti dari Ini
tribunjambi/syamsul bahri
Mhd. Syukry Adly, Humas Pengadilan Agama Sengeti 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sepanjang Januari hingga 10 Desember 2018, Pengadilan Agama Sengeti, menerima surat permohonan sebanyak 68 perkara. Mirisnya dari 68 kasus tersebut, 52 persennya didominasi perkara dispensasi pernikahan.

Dispensasi pernikahan adalah permohonan untuk melegalkan pernikahan yang mana salah satunya atau kedua-duanya merupakan anak dibawah umur. Hal ini disampaikan oleh Mhd. Syukry Adly, Humas Pengadilan Agama Sengeti.

Mirisnya lagi, dispensasi pernikahan tersebut dilakukan karena perempuan tersebut sudah hamil sebelum menikah. Meskipun dalam dispensasi yang diberikan, kata Mhd. Syukry bahwa bukan karena hamilnya.

Baca: Ingat Panji Petualangan? Kabarnya Ia Digigit Ular King Kobra Peliharaannya Sendiri, Begini Kondisi

Baca: Buang 6 Hal Buruk Ini, Saksikan Hidup Anda Berubah Dalam Waktu Singkat

"Ada surat permohonan masuk ke kita sampai hari ini yaitu 68 perkara. Di dominasi dispensasi pernikahan, yang mana dominasinya perempuan sudah hamil di luar nikah. Tapi, pertimbangan dispensasi yang kita berikan bukan karena hamilnya, tapi lebih jika tidak di nikahkan maka kedua belah pihak akan terjerumus," jelasnya, Senin (10/12/2018).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa hal ini perlu mendapatkan perhatian dari pemerintahan dan pihak-pihak terkait. Karena ini bukan hanya persoalan surat permohonan dispensasi melainkan persoalan anak-anak yang melakukan hubungan diluar nikah.

Baca: Perkebunan Kopi di Jambi Diperluas, Ada Tambahan Dana dari APBN untuk 700 Hektare Lahan

Baca: Ramalan Mbah Mijan Episode Baru Pagar Makan Tanaman, Artis Menikah & Artis Kontroversial Masuk Bui

"Dan, ini jadi bahan yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah, tokoh agama, dan pihak-pihak terkait.Ini yang ketahuan karena ada permohonan. Biasanya, data yang tidak terekap itu bisa berkali-kali lipat dari data yang ada," ungkap Mhd. Syukry.

Bahkan dikatakan oleh Mhd. Syukry bahwa angka ini bisa saja meningkat. Pasalnya pada tahun 2017 lalu, surat permohonan ke Pengadilan Agama ada 64 perkara, yang juga di dominasi oleh perkara dispensasi pernikahan.

"Ini baru sampai hari ini. Tahun lalu itu perkaranya ada 64, yang juga di dominasi oleh kasus dispensasi dan itu ada peningkatan," pungkasnya.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved