Si Jago Merah Membara di Kuala Tungkal Jambi, 15 Rumah Papan Ludes, Berawal dari Teriakan Warga
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Setidaknya 15 rumah di Kampung Nelayan RT 01 Jalan Bawal, Jalan
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: ridwan
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Setidaknya 15 rumah di Kampung Nelayan RT 01 Jalan Bawal, Jalan Senangin, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat terbakar, Sabtu (1/12) sore.
Di antaranya, 11 rumah ludes, satu rusak berat dan tiga 8 rumah rusak ringan. Api begitu cepat membakar rumah yang terbuat dari kayu ini. Api padam setelah berhasil dipadamkan oleh tim damkar dibantu tim Yayasan Budi Luhur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepolisian, TNI dibantu warga sekitar lokasi.
Dari informasi yang dirangkum, salah satu saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, sekira pukul 14.15 dirinya melihat asap keluar dari rumah kontrakan (bedeng, red) yang dihuni oleh Evi, tidak lama berselang api timbul dengan cepat.
Melihat adanya api, dirinya langsung berteriak dan meminta bantuan warga memadamkan. Warga terlihat panik dan berusaha menjinakkan api dengan alat seadanya. Hanya saja sijago merah semakin membesar.
Kapolsek Tungkal Ilir, Iptu Sumarno Berutu di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya tengah berusaha menyelidiki penyebab kebakaran dan jumlah kerugian belum bisa ditaksir. "Tidak ada korban jiwa. Namun berapa jumlah kerugian dan penyebab kebakaran kita belum tahu," katanya.
Sementara itu Andi salah seorang korban kebakaran mengatakan dirinya baru saja pulang dari melaut dan melihat rumah yang iya tunggu telah ludes.
"Saya baru balik dari laut melihat rumah sudah terbakar sepertinya tidak ada barang yang selamat dari rumah," katanya.
Di lokasi kejadian Lurah Kampung Nelayan, Deaso Prima menyampaikan untuk saat ini para korban sudah mengungsi ke rumah kerabat terdekat mereka.
Kepada dinas terkait juga sudah disampaikan untuk segera ditindak lanjuti korban agar mendapatkan bantuan. "Untuk bantuan, sudah disampaikan ke dinas terkaitagar ditindaklanjuti. Saat ini korban banyak mengungsi ke rumah keluarga," tutup Lurah. (cda)