Zulkifli Nurdin Meninggal Dunia

Zulkifli Nurdin saat Blusukan Tak Peduli Naik Rakit atau Naik Kuda Tetap Dijalani

Kata Harefa, selama dua periode mendampingi ZN, mereka sudah melaksanakan perjalanan panjang di seluruh belahan bumi Provinsi Jambi.

Zulkifli Nurdin saat Blusukan Tak Peduli Naik Rakit atau Naik Kuda Tetap Dijalani
TRIBUNJAMBI/IST
Harefa (berdiri kanan belakang), bersama keluarga Zulkifli Nurdin 

Mantan ajudan Zulkifli Nurdin semasa menjadi Gubernur Jambi, yakni Harefa termasuk orang yang mempunyai waktu banyak bersama almarhum. Harefa yang merupakan polisi dan kini  berpangkat Iptu kepada Tribun Jambi menuturkan, ia menjadi ajudan ZN selama 10 tahun.

“Bagi saya beliau bukan hanya sekadar pimpinan saja. Melainkan beliau seorang sebagai figur orangtua yang baik, mengajarkan sikap ketauladanan, memiliki jiwa sosial nan tinggi. Beliau selalu menerima saran yang posif dari manapun untuk dia pertimbangakan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis.

Kalau itu positif, kata Harefa, maka beliau menerimanya, terlebih-lebih jika bicara tentang pembangunan Provinsi Jambi.

"Beliau selalu mengatakan bahwa harus berbuat sesuatu yang nyata untuk dikenang jika tidak menjabat lagi," ujar Harefa mengenang sosok Zulkifli Nurdin.

Baca: Kapolda Jambi Jadi Pembicara di Acara Dialog Kebangsaan di LAM Jambi, Ini yang Disampaikannya

Baca: Hasil Rapat Bupati Soal PETI, Kades Diberikan Deadline 2 Minggu, Minta Pemilik PETI Tarik Alat Berat

Kata Harefa, selama dua periode mendampingi ZN, mereka sudah melaksanakan perjalanan panjang di seluruh belahan bumi Provinsi Jambi.

"Kami sudah jajaki bersama mulai daerah terpencil yang belum pernah dilalui kendaraan, kami tempuh dengan rakit atau kuda, apalagi bila ditempuh dengan berjalan kaki. Sering kali kami dan rombongan ketinggalan karena beliau dikenal berjalan sangat cepat," tutur mantan Kapolsek Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi ini.

Semua, lanjut Harefa dilakukan oleh beliau untuk melihat bagaimana keadaan masyarakat dan apa saja hal yang mendasar perlu dibantu di pelosok pedesaan.

"Jika kita pikir pasti letih namun keletihan itu terobati karena sikap beliau yang bersahaja, ramah tamah terhadap bawahan dan termasuk kepada semua orang," imbuhnya.

Harefa ingat benar, ZN kerap berpesan agar setinggi apapun jabatan untuk tidak meremehkan orang lain.

Zumi Zola Kamis (29/11/2018) hadiri pemakaman Zulkifli Nurdin ayahnya yang meninggal dunia di pemakaman keluarga Sukorejo, Kota Jambi
Zumi Zola Kamis (29/11/2018) hadiri pemakaman Zulkifli Nurdin ayahnya yang meninggal dunia di pemakaman keluarga Sukorejo, Kota Jambi (TRIBUNJAMBI/ANDIKA ARNOLDY)

"Beliau juga mengatakan jika kita salah jangan pernah gengsi meminta maaf kepada orang lain sekalipun itu anak kita sendiri. Karena dalam menyelesaikan suatu permasalah maka dudukkan dulu permasalah dengan sarat jangan berat sebelah. Ajak seluruh elemen untuk ikut serta memberi saran dan solusi," kenangnya.

Baca: Detik-detik Zumi Zola Menangis dan Suara Bergetar Saat Lantunkan Azan di Pemakaman Zulkifli Nurdin

Di setiap perjalanan ke daerah,  menurut Harefa, ZN selain menyelesaikan surat menyurat, almarhum juga sering bercerita pengalamannya. Cerita itu muaranya berupa nasehat membentuk sikap positif.

“Sikap beliau yang tidak pernah membedakan suku etnis dan menghargai perbedaan keyakinan umat beragama membuat Provinsi Jambi dikenal sebagai negeri yang sejuk, aman, ramah dan harmonis. Kini beliau telah meninggalkan kenangan yang indah dan baik untuk kita semua. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT,” tandas Harefa. (jun)

Penulis: ridwan
Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved