Penyalahgunaan Narkotika

Modus Baru Peredaran Sabu di Tanjabbar, Dimasukkan dalam Kaleng

Masyarakat diimbau lebih waspada dan memerangi peredaran narkoba yang kian masif. Saat menyaksikan pemusnahan sejumlah barang bukti di Kejari Tanjab

Modus Baru Peredaran Sabu di Tanjabbar, Dimasukkan dalam Kaleng
foxnews.com
Ilustrasi kaleng 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Masyarakat diimbau lebih waspada dan memerangi peredaran narkoba yang kian masif.

Saat menyaksikan pemusnahan sejumlah barang bukti di Kejari Tanjab Barat, Wakil Bupati Tanjab Barat, Amir Sakib mengimbau untuk menghindari narkotika, sebab itu merupakan racun yang mematikan.

"Harapannya tidak ada lagi kedepan narkoba beredar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat," harapnya, Selasa (13/11).

Sementara itu, untuk penanganan kasus Narkoba di Tanjab Barat, Kejari sebut atas rekapitulasi kasus yang ditangani, pada tahun 2017 ada 42 kasus, sementara untuk tahun 2018 terhitung dari Januari hingga Oktober sudah mencapai 42 kasus.

Baca: Curah Hujan Tinggi dan Pasang Air Laut, BPBD Tanjabtim Tetapkan Status Siaga 3 Bencana Banjir

Dia juga mengatakan, kasus narkoba tersebut akan meningkatkan. Sebab masih bulan Oktober ditambah adanya penangkapan oleh aparat kepolisian baru-baru ini yang masih dalam tahapan penyidikan.

"Saya rasa ini rambu-rambu buat kita untuk lebih waspada lagi, bahwa peredaran narkoba ini makin marak dengan modus yang bukan konvensional, tapi dengan modus baru," serunya.

"Ini kita khawatirkan akan semakin tidak bisa kita cegah, karena kemaren saja kita dengar polres menangkap jenis sabu-sabu dengan modus yang dimasukkan dalam kaleng,"

Oleh karena itu dia menginginkan semua pihak, baik penegak hukum, kepolisian dan masyarakat untuk peduli dan memerangi narkoba.

Dengan kepedulian bersama tersebut diharapkan Tanjab Barat akan menjadi aman dan sulit untuk dimasuki oleh narkoba.

Baca: Tiga Kades di Tebo Nunggu Pelantikan  

Baca: Bupati Tanjabtim Raih Penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Angka Kemiskinan Tertinggi 2015-2017

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved