Bayi Meninggal di Kandungan: Kadinkes Muarojambi Akan Panggil Pihak RSUD Ahmad Ripin

"Dokter bilang kalo jam tigaan sore dibawa ke sini (RSUD Raden Mattaher), atau setengah jam sebelumnya, kemungkinan bayi saya hidup," kata Heri.

Bayi Meninggal di Kandungan: Kadinkes Muarojambi Akan Panggil Pihak RSUD Ahmad Ripin
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Zainal Abidin 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Zainal Abidin menanggapi terkait adanya dugaan kelalaian yang dilakukan oleh salah satu dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Ripin, Sengeti, Kabupaten Muarojambi.

Ia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dirut RSUD Ahmad Ripin untuk meminta penjelasan dugaan kelalaian tersebut. Termasuk meminta penjelasan terkait informasi terkait keberadaan dokter ketika kejadian tersebut terjadi.

"Kita akan koordinasikan dengan dirut rumah sakit. Kita meminta penjelasan terkait dokternya siapa perawatnya siapa," ujar Zainal.

Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa pihaknya juga akan menanyakan kepada dokter yang menanggani pasien tersebut. Kenapa dokter bisa meninggalkan pasien dalam kondisi tersebut.

Baca: Bayi Meninggal Akibat Dokter Diduga Lalai, RSUD Ahmad Ripin Janji Jelaskan Saat Jumpa Pers

"Dipertanyakan kepada dokter kenapa ditinggalkan, biasanya mereka ada kepercayaan kalo meninggalkan itu. Untuk biasanya dokter kandungan yang menjelaskan hal tersebut (bayi meninggal dalam kandungan) apakah ada kelainan dalam kandungan atau seperti apa. Kalo memang terbukti kita akan beri sanksi dan tidakan tergas," pungkasnya.

Sementera Heri Andira, ayah dari bayi yang meninggal dalam kandungan tersebut, saat sampai di RSUD Raden Mattaher mengatakan, jika istrinya sebelumnya cepat dibawa ke RUSD Raden Mattaher kemungkinan bayinya bisa selamat.

"Kami datang (RSUD Mattaher) itu kan jam 05,00 sore. Itu dari jam 11.00 kami nunggu (di RSUD Ahmad Ripin). Jam 03,00 sore istri saya pendarahan, kemudian saya minta rujuk. Tapi belum dikasih, sampai jam 05,00 juga istri saya masih pendarahan, saya marah-marah baru dirujuk ke Mattaher, sampai sana dokter bilang bayi saya sudah meninggal dalam kandungan," ujarnya.

"Dokter bilang kalo jam tigaan sore dibawa ke sini (RSUD Raden Mattaher), atau setengah jam sebelumnya, kemungkinan bayi saya hidup," tambahnya.

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help