Latihan Berat Paskhas TNI AU, Buat Satu Anggotanya Masuk Dunia Gaib Sampai Seminggu & Muncul Hal ini
Seperti materi paling menegangkan dalam pendidikan siswa komando Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU adalah ketika memasuki tahap pelolosan diri.
TRIBUNJAMBI.COM - Setiap pasukan khusus dari matra di TNI memiliki kesulitan tersendiri dalam menjalani latihan.
Seperti materi paling menegangkan dalam pendidikan siswa komando Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU adalah ketika memasuki tahap pelolosan diri.
Dalam tahap pelolosan diri, dalam istilah dunia militer dikenal sebagai Survival Evasion Resistance and Escape (SERE), siswa komando digembleng agar bisa meloloskan diri dari kepungan musuh sambil melakukan perlawanan.
Baca: 5 Besar Instansi dengan Pendaftar CPNS 2018 Terbanyak, Persaingan Ketat
Baca: Polisi Temukan Sertifikat Kesehatan Udang Vanamel Bukan Sertifikat Baby Lobster
Baca: Live Indosiar Live Streaming Persib Bandung vs Madura United Hari Ini Main Mulai 18.30 WIB
Tapi dalam sistem pendidikan komando Paskhas materi SERE yang dilaksanakan adalah menggembleng siswa selain bisa lolos dari kejaran musuh juga agar bisa mencari tempat persembunyian yang paling sulit ditemukan.

Siswa komando Paskhas yang tempat persembunyiannya tidak bisa ditemukan oleh para pemburunya dalam hal ini para pelatih, akan mendapatkan nilai tersendiri dalam proses kelulusannya.
Oleh karena itu dalam tahap materi SERE, para siswa komando Paskhas yang saat itu masih menggunakan lokasi latihan di hutan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung, berusaha keras mencari tempat persembunyian yang memang paling sulit ditemukan para pelatih.
Pasalnya makin cepat siswa komando tertangkap pelatih yang berperan sebagai pasukan pengejar dan situasinya dibuat seperti dalam pertempuran sungguhan, siswa bersangkutan juga akan makin cepat masuk ke “kamp tawanan” untuk diinterogasi sambil dihajar.
Suatu kali ada satu personel siswa komando yang bersembunyi di bawah jembatan dalam hutan yang jarang sekali dilalui karena terkenal angker.
Baca: Baret Merah Kopassus LB Moerdani Pernah Dibantingnya di Depan Para Perwira Tinggi Karena Hal ini
Baca: Update Pendaftaran CPNS 2018: Guru dan Tenaga Medis Mendominasi Pelamar di Merangin
Baca: Pasukan Spanyol yang Ketakutan Meminta Bantuan Kopassus Saat Dikejar Laskar Hizbullah di Lebanon
Ketika siswa komando itu sudah merasa aman bersembunyi di bawah jembatan dan mulai berkhayal jika dirinya tertangkap para pelatih, tiba-tiba ia seperti memasuki sebuah keraton.
Dalam keraton yang berpenghuni banyak orang itu, ia bahkan dijamu dengan makanan enak dan diberi uang serta emas dalam jumlah banyak.
Sementara itu para pelatih pendidikan komando Paskhas sudah lebih tiga hari melakukan pencarian terhadap prajurit bersangkutan dengan dibantu “orang pintar”.
Para pelatih merasa sedikit tenang dan punya harapan karena “orang pintar” bersangkutan bilang, siswa komando yang hilang akan ditemukan dalam keadaan hidup.
Pada hari ketujuh menghilangnya siswa komando Paskhas itu, para pelatih akhirnya berhasil menemukannya di bawah jembatan dalam keadaan hidup.

Siswa komando yang tidak mengalami sakit dan masih sehat itu bahkan bisa bercerita tentang pengalamannya masuk dunia gaib, diberi makan enak, diberi uang dan emas dalam jumlah banyak.
Tapi ketika uang dan emas yang ditaruh di saku itu dikeluarkan, ternyata hanya berupa daun-daunan dan kerikil.