Baret Merah Kopassus LB Moerdani Pernah Dibantingnya di Depan Para Perwira Tinggi Karena Hal ini

Sosok Leonardus Benyamin Moerdani alias Benny Moerdani tidak bisa dilepaskan dari perkembangan militer di Indonesia.

Editor: Andreas Eko Prasetyo
histroria.id
Panglima ABRI Jenderal LB Moerdani bersama Komandan Kopasandha Brigjen Sintong Panjaitan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Leonardus Benyamin Moerdani alias Benny Moerdani tidak bisa dilepaskan dari perkembangan militer di Indonesia.

Ia pernah menjadi Panglima ABRI hingga Menteri Pertahanan dan Keamanan.

Selama menjadi prajurit pun, ia dikenal sebagai seseorang yang cerdas dan berani terjun ke medan pertempuran meski tak tahu bisa pulang selamat atau tinggal nama.

Baca: Penyeludupan Baby Lobster Gunakan Modus Baru, Sistem Aerasi dan Mobil Dimodifikasi

Baca: Pasukan Spanyol yang Ketakutan Meminta Bantuan Kopassus Saat Dikejar Laskar Hizbullah di Lebanon

Ada satu perilaku dari Benny yang cukup membuat orang di sekitarnya terheran-heran.

Kala itu, di tahun 1985, Jenderal Benny Moerdani menghadiri undangan Kopassus yang semula bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Benny Moerdani
Benny Moerdani 

Dijelaskan dalam buku Sintong Panjaitan, Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando karya Hendro Subroto, Benny yang saat itu menjabat sebagai Panglima ABRI diminta untuk memberikan baret merah kehormatan Kopassus kepada Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agung Sultan Iskandar.

Sebelum acara dimulai, ia beristirahat di ruang Komandan Kopassus Brigjen Sintong Panjaitan.

Di sana ada pula KASAD Jenderal Try Sutrisno, Wakil KASAD Letjen TNI Edi Sudrajat dan Wakil Komandan Kopassus Kolonel Kuntara.

Ada kejadian mengejutkan di ruangan sedang ditempati para perwira tinggi TNI itu.

Saat Brigjen Sintong memberikan baret merah kehormatan Kopassus, Benny membanting baret itu ke meja dan akhirnya jatuh di lantai.

Baca: Video Panas Goo Hara Jadi Kata Kunci Populer di Google, Masalah dengan Sang Pacar

Baca: Brutal dan Sangat Mengerikan, Beginilah Latihan Pasukan TNI yang Ditembaki Sambil Merayap di Tanah

Sontak orang-orang di ruangan itu terkejut saat melihat Benny begitu emosi dan berwajah seram.

Usut punya usut, tindakan Benny itu berkaitan dengan kisah masa lampau.

Benny Moerdani masih tidak terima dan marah terkait dirinya yang pernah didepak sebagai anggota RPKAD alias Kopassus di era kepemimpinan Kolonel Moeng Parhadimulyo.

Kronologinya bermula saat Benny masih jadi bagian dari RPKAD dan terlibat dalam pembebasan Irian Barat pada tahun 1962.

Singkat cerita, Irian Barat jatuh ke tangan Indonesia dan keberhasilan itu menyisakan sebuah kisah tentang seorang anak buah Benny, Lettu Agus Hernoto.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved