Puluhan Ribu Baby Lobster Selundupan

Penyeludupan Baby Lobster Gunakan Modus Baru, Sistem Aerasi dan Mobil Dimodifikasi

Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono mengatakan bahwa penyeludupan Baby Lobster dengan penangkapan di KM 28 Tempino

Penyeludupan Baby Lobster Gunakan Modus Baru, Sistem Aerasi dan Mobil Dimodifikasi
tribunjambi/samsul bahri
Modus yang digunakan oleh pelaku dalam menyelundupkan baby lobster sebanyak 61.200 ekor yaitu dimasukkan ke dalam sebuah tedmon. Bahwa 61.200 baby lobster di-packing ke dalam 319 toples yang kemudian dimasukkan kedalam tedmon dengan sistem aerasi untuk memberikan oksigen pada benih lobster. (9/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono mengatakan bahwa penyeludupan Baby Lobster dengan penangkapan di KM 28 Tempino, Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi menggunakan modus baru. Modus ini tidak seperti penyeludupan baby lobster yang terjadi sebelumnya.

Hal ini diungkapkannya dalam konferensi pers di Polres Muarojambi, Selasa (9/10) yang didampingi oleh Kasatreskrim Polres Muarojambi, AKP Afrito Baro Baro, Kabag Ops Polres Muarojambi, Kompol Lukman, Paiman dan sukarni dari BKIPM Jambi.

Modus yang digunakan oleh pelaku dalam menyelundupkan baby lobster sebanyak 61.200 ekor yaitu dimasukkan ke dalam sebuah tedmon. Bahwa 61.200 baby lobster di-packing ke dalam 319 toples yang kemudian dimasukkan kedalam tedmon dengan sistem aerasi untuk memberikan oksigen pada benih lobster. (9/10/2018).
Modus yang digunakan oleh pelaku dalam menyelundupkan baby lobster sebanyak 61.200 ekor yaitu dimasukkan ke dalam sebuah tedmon. Bahwa 61.200 baby lobster di-packing ke dalam 319 toples yang kemudian dimasukkan kedalam tedmon dengan sistem aerasi untuk memberikan oksigen pada benih lobster. (9/10/2018). (tribunjambi/samsul bahri)

Modus yang digunakan oleh pelaku dalam menyelundupkan baby lobster sebanyak 61.200 ekor yaitu dimasukkan ke dalam sebuah tedmon. Bahwa 61.200 baby lobster di-packing ke dalam 319 toples yang kemudian dimasukkan kedalam tedmon dengan sistem aerasi untuk memberikan oksigen pada benih lobster.

"Ini menggunakan tepmon dengan sistem aerasi. Benih lobster tersebut dipacking dalam 319 toples. Dan ini modus baru, yang biasanya menggunakan modus memasukkan baby lobster ke steorofom," ujarnya.

Adapun kerugian negara dalam kasus ini dikatakan oleh Kapolres mencapai Rp 9 Miliar. Yang mana untuk harga satu baby lobster estimasinya adalah Rp 150 ribu.

"Estimasi potensi kerugian negara adalah Rp 9.180.000.000, estimasi harga benih lobster Rp.150.000 ekor," pungkasnya.

Untuk tindakan lanjutan dalam kasus ini, dikatakan oleh Kapolres benih lobster yg sudah diamankan akan di lepasliarkan ke Pantai Caringin Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Serang Banten.

Sebelumnya diberitakan bahwa Satreskrim Polres Muarojambi bersama dengan BKIPM Jambi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 61.200 ekor benih lobster (Baby Lobster) yang dimasukkan ke dalam tedmon yang diangkut dengan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi.

Ditambahkan oleh Kasatreskrim Polres Muarojambi, bahwa penangkapan terhadap satu unit mobil L-300 Pick Up dengan nopol BE 9563 CT merupakan hasil dari pengembangan jaringan.

"Ini merupakan hasil dari pengembangan jaringan dari kasus-kasus sebelumnya dan kita akan ungkap yang lebih besar," ujarnya. (*)

Penulis: syamsul
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved