''Hujan Tembakan'' saat Paskhas Turun dari Helikopter, Risiko Penyelamatan Pilot tempur Rp 1 Miliar

Butuh waktu bertahun-tahun untuk mencetak seorang pilot tempur, yang dari sisi biaya saja minimal membutuhkan Rp 1 miliar per orang.

Editor: Duanto AS
Doper Paskhas TNI AU. (Kolase/TribunJambi.com) 

TRIBUNJAMBI.COM - Masing-masing satuan pasukan TNI memiliki pasukan khusus. Pasukan itu identik dengan baretnya. Seperti Kopassus identik baret merah, begitu juga Kopaska dari TNI angkatan laut. Ada juga Paskhas yang memiliki warna baret jingga.

Pasukan Khas atau Paskhas) merupakan pasukan elite TNI AU yang populer dengan sebutan Korps Baret Jingga.

Lebih jauh lagi, di dalam Korps Paskhas juga terdapat pasukan khusus yang namanya Satuan Bravo 90.

Warna

Dalam kegiatan sehari-hari, banyak orang menyangka kalau personel Paskhas merupakan anggota Kopassus. Tapi mengapa warna baretnya jingga bukan merah darah?

Nama Pasukan Khas pun banyak mengundang tanda tanya karena terasa ‘’aneh’’. Kenapa tidak menggunakan nama ‘’Khusus’’ saja.

Baca: Badan Lettu Iwan Oleng Namun Nyangkut Tali Pengaman, 3 Prajurit Kopassus ke Puncak Everest

Baca: Kisah Anggota Kopassus Diremehkan Wartawan Thailand, Akhirnya Tumpas Semua Pembajak Pesawat

Baca: Zumi Zola Jalani Sidang Perdana Hari Ini, Ini Pasal Tipikor yang Menjeratnya

Baca: Paspampres Cantik di Belakang Presiden Jokowi, Ambar Dwi Klaudiyah Tertangkap Kamera

Paskhas memang Pasukan Khas. Kekhasannya atau ciri khasnya.

Pasukan ini personelnya memiliki kemampuan mengoperasikan bandara atau pangkalan udara.

Sebagai pasukan elite andalan TNI AU, tugas utama Paskhas menjaga pangkalan udara dan semua asetnya. Dalam peperangan, tugas utama mereka juga menguasai pangkalan udara lawan dan kemudian mengoperasikannya.

Itulah kekhasan pasukan Paskhas, yakni kemampuan mengoperasikan pangkalan udara untuk penerbangan pesawat.

Paskhas. (kompas.com)
Paskhas. (kompas.com) ()

Jadi, satu-satunya pasukan elite TNI yang bisa mengoperasikan bandara atau pangkalan udara, yaitu hanya Paskhas. Mereka telah mendapat pelatihan mengoperasikan pangkalan udara secara memadai.

Peristiwa Bandara Comoro

Suatu kali ketika pasukan Australia mendarat di Timor-Timur usai jajak pendapat (1999) dan Tim-Tim kemudian lepas dari RI, mereka sangat terkejut melihat sepak terjang pasukan Paskhas.

Pasalnya semua personel pasukan Paskhas yang bertugas di Bandara Internasional Comoro (sekarang Bandara Presidente NicolouLobato) secara teknis mahir mengoperasikan bandara.

Pasukan Australia yang semula tampil arogan berubah jadi segan terhadap para personel Paskhas.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved