VIDEO

VIDEO: Soal Ormas Berpolitik, Ini Tanggapan Muhammadiyah dan Imbauan untuk Anggota

Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat berbasis keagamaan tidak akan terjun ke dunia politik praktis. Hal itu dipastikan Ketua

TRIBUNJAMBI.COM, MALANG - Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat berbasis keagamaan tidak akan terjun ke dunia politik praktis.  Hal itu dipastikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir seusai memberikan pidato kebangsaan "Meneguhkan Nilai-nilai Kebangsaan yang Berkemajuan Menyongsong Indonesia Emas" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kota Malang, Minggu (12/8/2018).

Baca: Koalisi Prabowo-Sandiaga Bentuk Tim Ekonomi, Ini Nama-nama Senior yang Tergabung

"Muhammadiyah secara institusi tetap berada dalam garis kita. Tidak masuk ke arena politik praktis kekuasaan, dukung-mendukung dan sebagainya karena itu tugasnya partai politik. Bukan tugasnya ormas," katanya. Haedar menjelaskan, semestinya semua organisasi masyarakat tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Sebab, menurutnya, hal itu akan merusak sistem perpolitikan itu sendiri.

Ormas, menurut Haedar, harus tetap menjalankan fungsinya sebagai penegak politik moral kebangsaan. "Sebenarnya semua ormas posisinya harus di situ. Sebab, kalau ormas berpolitik kayak parpol, nanti lalu lintas dunia 'persilatan' politik itu bisa kacau-balau. Jadi biarkan parpol yang urusan politik praktisnya. Kita menjalankan politik moral kebangsaan," ungkapnya.

Kendati demikian, Haedar tetap mengimbau kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendatang. Haedar meminta agar hak pilih itu digunakan secara cerdas dan kritis. "Pilih siapa pun yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri, kroni, dan golongannya.

Baca: Foto Penumpang Berjalan di Atas Rel Viral, Gegara LRT di Palembang Mogok

Baca: Paket Kebijakan Kredit Perumahan segera Dikeluarkan OJK

Lalu pilih yang betul-betul berkhidmat sepenuh hati untuk memajukan bangsa. Memberi bukan mengambil," terangnya. Sementara itu, secara spesifik Haedar meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk tidak memilih pemimpin yang tidak berpihak pada program yang dijalankan oleh Muhammadiyah.

"Yang terakhir yang spesifik, pilih yang tidak menghalang-halangi amal usaha dan dakwah Muhammadiyah. Itu normal itu. Jadi ini menjadi acuan buat warga Muhammadiyah. Tapi insya Allah bahwa warga Muhammadiyah akan cerdas," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Muhammadiyah: Kalau Ormas Berpolitik kayak Parpol, Sistem Politik Bisa Kacau",

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help