Tanggapi Kekisruhan RUPST, Karyawan Tiga Pilar (AISA) Sampaikan Mosi Tidak Percaya

Karyawan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menyampaikan pernyataan sikap melalui surat yang ditujukan ke Komisaris Utama Anton Apriantono.

Tanggapi Kekisruhan RUPST, Karyawan Tiga Pilar (AISA) Sampaikan Mosi Tidak Percaya
Manajemen Keuangan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Karyawan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) menyampaikan pernyataan sikap melalui surat yang ditujukan ke Komisaris Utama Anton Apriantono. Isinya, ada lima poin pokok dalam surat tertanda Paguyuban Karyawan Tiga Pilar Bersatu, 31 Juli 2018.

Surat yang ditandatangani oleh Ketua Paguyuban Syahroni dan Sekretaris Jenderal Paguyuban Agus Cipto Jati ini merupakan respon dari kisruhnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pun soal pemberitaan yang dinilai Paguyuban berimbas soal semangat kerja karyawan.

Baca: Beli Saham Tempo.co, Ini Harapan Yusuf Mansur pada PayTren

"Memperhatikan dan mempertimbangkan situasi yang terjadi paska RUPST, yang berakhir ricuh, dan pemberitaan di berbagai media yang tidak berimbang dan cenderung mendeskreditkan, yang berdampak pada reputasi dan semangat kerja karyawan. Atas dasar itu, dan rapat Paguyuban Karyawan Tiga Pilar Bersatu pada 31 Juli 2018, dengan ini menyatakan sikap," tulis Syahroni yang dikutip Kontan.co.id, Jumat (10/8).

Pertama, Paguyuban memberikan mosi tidak percaya kepada Komisaris kecuali Anton. Mereka adalah Kang Hongkie Widjaja, Jaka Prasetya, dan Hengky Koestanto.

Kedua, Paguyuban menilai seluruh keputusan komisaris cacat hukum. Alasannya, status Jaka Prasetya sebagai Warga Negara Singapura melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan 35/2016.

Dalam beleid tersebut dinyatakan pemberi kerja tenaga kerja asing berbentuk penanaman modal dalam negeri dilarang memperkerjakan tenaga kerja asing sebagai komisaris.

Baca: Usai Pendaftaran Capres dan Cawapres 2019, IHSG Menguat Hingga 0,2 Persen

Baca: Berikut 10 Produk Unitlink Campuran yang Mencetak Return Unggul Sepanjang Juli

"Karena salah satu komisaris (Jaka Prasetya) merupakan Warga Negara Singapura, maka semua kesepakatan atas nama komisaris adalah cacat demi hukum dan tidak berlaku," sambungnya.

Ketiga, Paguyuban mengimbau agar Komisaris Utama dan para pemegang saham segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda mengganti Wakil Komisaris, dan anggota komisaris lainnya.

Keempat, Paguyuban menyatakan dukungannya siap bekerjasama dengan direksi yang sah, dan menentang segala upaya yang menimbulkan kekacauan, serta tindakan intimidasi lainnya.

Kelima, Paguyuban juga turut mengimbau para pemegang saham guna mengutamakan kepentingan karyawan Tiga Pilar.

Ketika dikonfirmasi, Syahroni membenarkan telah menyurati sebagaimana terurai di atas kepada Komisaris Anton. "Iya, benar," katamya saat dihubungi Kontan.co.id.

Baca: Untuk Kurangi Impor Bahan Kimia dan BBM, Kilang TPPI Akan Dihidupkan

Baca: VIDEO: Outflow Dana Asing Sudah Mereda, Saham-saham Bank BUMN Lebih Menarik

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2018 Capai 5,27 Persen, Sri Mulyani: Saya Senang

Sayangnya, sampai berita ini diturunkan Kontan.co.id belum mendapatkan konfirmasi dari Komisaris Utama Anton Apriantono. Pesan singkat atau pun panggilan telepon tidak kunjung dijawab.

Senasib, Direktur Utama Tiga Pilar Joko Mogoginta dan Corporate Secretary Ricky Tjie juga tidak menjawab panggilan.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved