Daops Manggala Agni Bukti Tempurung Launching Patroli Terpadu, Ini Lokasinya

Kepala Daops Bukit Tempurung, Rinaldi, mengatakan kegiatan Patdu merupakan kegiatan pencegahan karhutla yang digagas ....

Daops Manggala Agni Bukti Tempurung Launching Patroli Terpadu, Ini Lokasinya
Tribun Jambi/Tommy Kurniawan
Daops Manggala Agni Bukit Tempurung mengadakan launching Patroli Terpadu (Patdu) pada Jumat (10/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Daops Manggala Agni Bukit Tempurung mengadakan launching Patroli Terpadu (Patdu) pada Jumat (10/8). Itu untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tingkat Daops Bukit Tempurung.

Kegiatan itu dihadiri Kapolsek Mendahara Ulu dan jajarannya, KPHP Tanjung Jabung Barat, KPHP Tanjung Jabung Timur, Koramil Muara Sabak, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Masyarakat Peduli Api di wilayah kerja Daops Bukit Tempurung.

Kepala Daops Bukit Tempurung, Rinaldi, mengatakan kegiatan Patdu merupakan kegiatan pencegahan karhutla yang digagas Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan DIT PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang sudah masuk tahun ketiga.

"Terpadu dalam artian semua pihak yang terkait dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan dilibatkan dalam kegiatan ini, terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, KPHP, serta Masyarakat Peduli Api," jelasnya.

Diharapkan dengan kehadiran pemerintah langsung di tingkat tapak, dapat memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang bahaya karhutla. Slein itu meningkatkan kepedulian masyarakat itu sendiri dalam menjaga lingkungan sekitar.

Pada tahun ini, Daops Bukit Tempurung menempatkan tujuh posko patdu tingkat desa rawan karhutla. Antara lain Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai, Desa Mencolok Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Ada juga Desa Sungai Saren Kecamatan Bram itam, Desa Serdang Jaya Kecamatan Betara, Desa Taman Raja Kecamatan Tungkal Ulu, Desa Suban Kecamatan Batang Asam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

"Tujuh posko ini mencakup minimal 35 desa wilayah patroli yang rawan kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Rinaldi menjelaskan tugas harian selama patroli, antara lain monitoring kawasan sumber air, melihat kedalaman gambut, tinggi muka air. Selain itu mengawasi penumpukan bahan bakaran yang memicu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Kita juga melakukan sosialisasi dan mencari informasi dan permasalahan Karhutla. Kemudian groundcheck hotspot serta melakukan pemadaman dini," katanya.

Tim patroli dibekali peralatan manual dan semimekanis untuk melakukan pemadaman dini karhutla, dengan melibatkan unsur TNI dan Polri jika ada kejadian pembakaran hutan. Dan lahan langsung dilakukan penegakan hukum bagi pelakunya.

"Semoga dengan kegiatan patroli terpadu ini kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi dan kita semua dapat menciptakan lingkungan hidup dan bersih dan berkualitas bagi kita dan generasi yang akan datang," katanya.

Baca: Cuplikan Video Pemutaran Perdana Mile 22 di Los Angeles, Iko Uwais Panen Pujian

Baca: Cara Kopassus Masuk dan Operasi di Negara Lain, Lebih Dihormati Dibanding Pasukan AS dan Israel

Baca: Peristiwa 1958, Kisah Pasukan RPKAD Harus Bertempur Hingga Habis Lawan Teman Sendiri yang Membelot

Baca: Kisah Asmara Kopassus, Saking Sayang ke Istri, Jenderal Benny Tiap Hari Bawa Bekal ke Kantor

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help